Virus Corona Jabodetabek

Novel Baswedan Masih Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dalam kondisi sehat, usai dinyatakan positif Covid-19.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dalam kondisi sehat, usai dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut terkonfirmasi dari informasi terakhir yang diterima Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri.

"Informasi yang kami terima alhamdulilah sehat," ungkap Ali kepada Tribunnews, Senin (7/9/2020).

Rekomendasi Dikembalikan, PDIP Tak Ikut Pilgub Sumbar, Hasto Bilang Mulyadi-Ali Mukhni Mudah Goyah

Ali bilang saat ini Novel Baswedan masih menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

"Masih isolasi mandiri tempat tinggalnya," katanya.

Novel Baswedan sebelumnya mengakui dirinya beserta istri dan empat anaknya positif Covid-19. Sedangkan anak bungsunya dinyatakan negatif.

Pasangan Bakal Calon Bawa Massa Saat Daftar, Dua Pekan Lagi Diprediksi Muncul Klaster Baru Covid-19

"Semuanya di keluarga, kecuali anak saya yang paling kecil, negatif."

"Sedangkan saya, istri dan anak-anak, empat orang anak, semuanya positif," ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

Novel Baswedan menuturkan, meski positif Covid-19, ia dan keluarganya tidak merasakan ada gejala.

Banyak Pasangan Bakal Calon Bawa Massa, Bawaslu Buka Opsi Rekomendasikan Tunda Pilkada 2020

Ia mengaku telah memeriksakan diri ke Puskesmas Kelapa Gading dan tidak menemukan masalah.

"Alhamdulillah semua baik-baik saja, tidak ada keluhan dan hasil tes lab darahnya pun baik," tuturnya.

Menurut Novel Baswedan, dokter telah menyatakan fase kritis Covid-19 bagi keluarganya sudah lewat.

Andi Arief Bilang Dukungan PDIP ke Mulyadi-Ali Mukhni Baru Lisan, Belum B1KWK

Ia pun berharap kondisi keluarganya dapat segera pulih.

"Apa yang terjadi dengan Covid sekarang ini terhadap keluarga saya, fase-fase kritisnya sudah lewat."

"Jadi semoga semuanya bisa menjadi baik seperti sedia kala dan hasil tesnya juga negatif," harapnya.

 Mulai Selasa 8 September 2020, Dua Tower di Wisma Atlet Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Sebelumnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan positif Covid-19.

Hal tersebut terkonfirmasi oleh Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri.

Ali mengatakan Novel Baswedan positif Covid-19 usai menjalani swab tes bersama pegawai KPK lainnya pada Kamis (27/8/2020) lalu.

 Tambahan Pasien Positif Covid-19 Pecah Rekor pada 27 Agustus 2020, Jakarta Penyumbang Terbanyak

"Benar, informasi yang kami terima merupakan salah satu penyidik yang berdasarkan test swab diketahui positif Corona," kata Ali saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2020).

Namun demikian, Ali menuturkan, terhadap beberapa pegawai, termasuk Novel Baswedan, yang terpapar Covid-19 sudah dilakukan langkah-langkah mitigasi, yakni dengan isolasi mandiri.

"KPK juga telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan layanan medis terdekat dari tempat tinggal pegawai untuk dilakukan pemantauan lebih lanjut dalam proses pemulihannya," kata Ali.

 Ini Dia Sosok yang Kenalkan Jaksa Pinangki kepada Djoko Tjandra, Pernah Dua Kali ke Kuala Lumpur

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar tes swab PCR kepada pegawai, termasuk pegawai di Direktorat Penyidikan Kedeputian Penindakan KPK, Kamis (27/8/2020).

Pelaksanaan tes swab ini dilakukan melalui poliklinik KPK dan RSPAD Gatot Subroto, di Gedung Juang KPK, Jakarta.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, hal ini dilakukan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan KPK.

 Tanggapi Deklarasi KAMI, Megawati: Kayaknya Banyak Banget yang Kepengin Jadi Presiden

"Dan memastikan aktivitas kerja penanganan perkara tindak pidana korupsi tetap berjalan."

"Mengingat ada batasan waktu sebagaimana tersebut di dalam ketentuan UU," kata Ali lewat keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Ali mengatakan, berdasarkan tes swab yang dilakukan BBTLKPP Kemenkes terhadap berapa pegawai dan tahanan, ditemukan sejumlah orang positif Covid-19.

 Pembunuh Staf KPU Yahukimo Diduga Bekas Anggota TNI yang Dipecat karena Jual Amunisi

Rinciannya, 9 pegawai dari beberapa unit direktorat di KPK, 4 orang non-pegawai, dan 1 orang tahanan.

Namun demikian, saat ini telah dilakukan isolasi mandiri dan tindakan medis lanjutan, bekerja sama dengan puskesmas sekitar kediaman para pegawai yang terpapar, untuk proses pemulihan terhadap para pegawai tersebut.

"Sedangkan untuk tahanan telah dilakukan isolasi dan perawatan di RS Polri," jelas Ali.

 Sudah Ada 28 Usulan Nama untuk Partai Baru, Amien Rais Tak akan Jadi Ketua Umum

Ali mengatakan, KPK juga telah kembali melakukan penyemprotan disinfektan di ruang kerja pada direktorat penyidikan, ruang kerja lainnya di Gedung Merah Putih KPK, dan Gedung ACLC KPK.

"Serta memastikan protokol kesehatan tetap dipatuhi oleh seluruh pegawai KPK," papar Ali.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 6 September 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 46.333 (23.9%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 35.634 (18.4%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 15.351 (7.9%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 12.684 (6.5%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 12.505 (6.4%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 8.760 (4.5%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 7.633 (3.9%)

BALI

Jumlah Kasus: 6.212 (3.2%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 5.129 (2.6%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 4.675 (2.4%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 4.074 (2.1%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 4.002 (2.1%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 3.187 (1.6%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 2.847 (1.5%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 2.751 (1.4%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 2.740 (1.4%)

RIAU

Jumlah Kasus: 2.585 (1.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 2.186 (1.1%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 2.144 (1.1%)

ACEH

Jumlah Kasus: 2.023 (1.0%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.887 (1.0%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 1.706 (0.9%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 1.557 (0.8%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 1.182 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 908 (0.5%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 704 (0.4%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 452 (0.2%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 443 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 419 (0.2%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 391 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 304 (0.2%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 252 (0.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 243 (0.1%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 206 (0.1%). (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved