Pembunuh Staf KPU Yahukimo Diduga Bekas Anggota TNI yang Dipecat karena Jual Amunisi

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa membenarkan kabar tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Twitter@KPU_ID
Henry Jovinski (24), staf KPU Kabupaten Yahukimo yang meninggal dunia akibat ditikam orang tidak dikenal. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polda Papua menyebut pembunuh staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo Henry Jovinski, diduga kuat mantan anggota TNI.

Pelaku adalah mantan anggota TNI yang dipecat karena kasus penjualan amunisi.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa membenarkan kabar tersebut.

Bantu Hapus Red Notice Djoko Tjandra, Dua Jenderal Polri Dapat Uang, Nominalnya Dibuka di Pengadilan

Ia merupakan anggota TNI yang dipecat pada 2018 silam.

"Iya, benar (pelaku mantan anggota TNI yang dipecat karena kasus penjualan amunisi)," kata Mustofa saat dihubungi, Kamis (27/8/2020).

Namun demikian, ia menyampaikan kepolisian belum mengetahui secara pasti motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut.

Kabareskrim Surati Jaksa Agung, Minta Izin Mau Periksa Pinangki Sirna Malasari

Termasuk, dugaan pelaku sakit hati karena dipecat dari keanggotaan TNI.

Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu keberadaan pelaku yang diduga telah melarikan diri ke salah satu pegunungan di Yahukimo.

"Nanti kita tanya motifnya, kalau sudah ketangkap," ucapnya.

Loyalis Klaim Partai Baru Bentukan Amien Rais Rampung Desember 2020, Sekjen PAN Sangsi

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa mengatakan, polisi telah mengantongi identitas pelaku yang diduga membunuh staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Henry Jovinski.

Namun, Musthofa menyebut pihaknya memiliki kendala saat menangkap pembunuh Henry.

Sebab, pelaku yang diduga lebih dari satu orang telah melarikan diri ke pegunungan di sekitar Yahukimo.

 KRONOLOGI Nawawi Pomolango Cekcok dengan Mumtaz Rais Versi KPK, Bawa-bawa Wakil Ketua Komisi III DPR

"Pelaku sudah teridentifikasi dan info mereka lari ke gunung," kata Musthofa saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Polda Papua, kata Musthofa, turun tangan menangani kasus tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved