Bisnis
Catat Laba Bersih Rp 499 Miliar, SBI Bagi-bagi Dividen Rp 24,9 Miliar
Penggunaan laba bersih ini diputuskan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
"Pada kuartal I/2020, perekonomian nasional mengalami tekanan. Selain disebabkan situasi global dengan terus menurunnya harga minyak dunia, pandemi Covid-19 juga mulai menghantam Indonesia pada awal Maret 2020," jelasnya.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi konsumsi semen nasional.
Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen nasional kuartal I/2020 mengalami penurunan 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
Namun demikian, SBI tetap mampu mencatatkan kinerja positif yang cukup konsisten sejak bergabung dengan SIG pada awal tahun 2019 lalu.
• 833 Pelaku UMKM Jakarta Utara Diusulkan Dapat Relaksasi Izin Usaha
• Pemprov Libatkan Bank DKI Hadapi New Normal, Selamatkan UMKM di Masa Pandemi
Volume penjualan semen dan terak pada Q1 2020 meningkat sebesar 5,78% menjadi 2,84 juta ton jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 2,69 juta ton.
Meski volume penjualan semen dan terak domestik turun 1,41%, namun volume penjualan ekspor meningkat 180,93% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.
Peningkatan volume penjualan berkontribusi pada peningkatan pendapatan sebesar Rp2,46 triliun atau naik 4,88% dari Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba kotor pun meningkat 35,70% menjadi Rp 666 miliar.
• Fokus Pada UMKM, Gubernur Ganjar Terus Berupaya Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi
• Bidik Pelaku UMKM, Ini Keunggulan Laptop HP ProBook x360 435 G7 dan 445 G7, Harga Mulai Rp 9 Juta
Program efisiensi dan sinergi
Program-program efisiensi dan sinergi berhasil menurunkan beban pokok pendapatan serta beban distribusi dan penjualan masing-masing 3,26% dan 9,65%.
Hal ini mendorong EBITDA naik 47,62% menjadi Rp398 miliar dan laba sebelum bunga dan pajak penghasilan meningkat 149,45% menjadi Rp296 miliar.
"Capaian ini membantu SBI membalikkan keadaan dari kerugian pada kuartal pertama tahun 2019, menjadi laba sebesar Rp68 miliar pada kuartal pertama tahun ini," ujar Aulia.
• Pemerintah Prioritaskan Transformasi UMKM yang Andalkan Offline menjadi Ekonomi Digital
• Gandeng Lazada, Kemenkop Percepat UMKM Go Marketplace Lewat Program Kakak Asuh, Begini Caranya
Kalkulasi ulang
Menghadapi turunnya konsumsi semen karena pandemi Covid-19, SBI sedang melakukan kalkulasi ulang terhadap semua rencana bisnis, mulai dari volume produksi, penjualan hingga belanja modal.
"Belanja modal (capex) kami tahun ini dialokasikan sebesar Rp 500 miliar. Pada Q1 2020, sudah Rp 150 miliar dipakai. Kami akan merevisi penggunaan capex untuk menjaga posisi kas perusahaan," tutur Aulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jajaran-komisaris-beserta-direksi-sbi-pt-solusi-bangun-indonesia-tbk.jpg)