Begini Upaya Pemkab Bekasi Turunkan Angka Stunting
Begini Upaya Pemkab Bekasi Turunkan Angka Stunting. Simak selengkapnya dalam berita ini.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi terus gencar menekan angka kasus Stunting di wilayahnya.
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meminta seluruh perangkat daerah termasuk pemerintah desa agar menjadikan program pencegahan stunting ini sebagai bagian dari rencana kerja.
“Saya meminta, kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan agar secepatnya direalisasikan sesuai dengan jadwal dan tepat sasaran,” katanya dalam keterangan.
Dirinyapun berharap target percepatan penanganan stunting di tahun 2021 dapat diselesaikan secara tepat waktu di semua lokus, tanpa harus menunggu sampai tahun 2022.
• Apakah Benar Terdakwa Kasus Novel Baswedan Menyesali Perbuatannya? Ini Kata Novel
“Jadi saya harap ada keseriusan dari seluruh perangkat daerah yang ada agar bisa mencapai target percepatan penanganan stunting sesuai dengan target. Mari kita bersama-sama kampanyekan Stop Stunting Itu Penting, di wilayah Kabupaten Bekasi” tutup Bupati Bekasi.
Sementara itu, Sri Enny Mainarti, Kepala Dinas Kesehatan mengatakan bahwa perkembangan prevalensi angka stunting di Kabupaten Bekasi selama dua tahun terakhir meningkat.
Menurut data yang didapat dari Kementerian Kesehatan, perkembangan prevalensi angka stunting di Kabupaten Bekasi selama dua tahun terakhir meningkat.
Dimana di tahun 2016 itu sebesar 20,3 persen kemudian di tahun 2017 sebesar 23,7 persen dan terakhir tahun 2018 mencapai angka 26,4 persen.
Dirinya mengatakan, menekan angka stunting itu merupakan suatu hal yang penting. Terlebih stunting sendiri empat kali resiko kematian dengan rentan usia 0 sampai 4 tahun.
• Update Virus Corona Jakarta, 242.274 Warga Ikuti Swab Test Covid-19
“Stop stunting itu penting, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif," ucapnya.
Irsan, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi Bappeda Kabupaten Bekasi mengatakan bahwa stunting merupakan salah satu program nasional dari Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.
“Ada 8 aksi integrasi intervensi penurunan angka stunting, yg pertama analisa situasi, rencana kegiatan dan sekarang kita ada di tahap tiga yaitu rembuk stunting,” ucapnya
Menurutnya, rembuk stunting sendiri merupakan suatu komitmen oleh pemangku kepentingan untuk melaksanakan program percepatan pertumbuhan stunting di Kabupaten Bekasi ini.
Irsan menyebutkan, di Kabupaten Bekasi ini ada sebanyak 29 program dan 68 kegiatan untuk mencegah pertumbuhan angka stunting. Angka ini belum termasuk kegiatan di setiap Desa untuk menangani program stunting ini.
• Tanggapan Novel Baswedan Soal Terdakwa Penyiram Air Keras Menyesal & Disebut Sudah Meminta Maaf
“Sekarang ini bukan bagaimana kita menangani stunting, tapi bagaimana kita mencegah stunting sejak dini," tutupnya.
Sebagaimana diketahui bahwa stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya.
Sebelumnya, Bupat Bekasi, Eka Supria Atmaja bersama Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta unsur swasta, melakukan penandatanganan Deklarasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting oleh para pemangku kebijakan melalui acara Rembug Stunting yang digelar secara virtual di Command Center, Gedung Diskominfo Kabupaten Bekasi, pada Kamis (18/6/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/atasi-stunting-bekasi.jpg)