Novel Baswedan Diteror
Apakah Benar Terdakwa Kasus Novel Baswedan Menyesali Perbuatannya? Ini Kata Novel
Apakah Benar Terdakwa Kasus Novel Baswedan Menyesali Perbuatannya? Ini Kata Novel. Simak selengkapnya dalam berita ini.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dua terdakwa di kasus Novel Baswedan disebut-sebut telah menyesali perbuatannya.
Tapi apakah hal itu benar? Apakah kedua terdakwa benar-benar sudah menyesali perbutannya.
Novel Baswedan memiliki analisa tersendiri terkait apakah kedua terdakwa menyesali perbuatannya atau tidak?
Kasus Novel Baswedan menjadi sorotan setelah jaksa penuntut umum (JPU), terdiri dari Ahmad Patoni, Satria Irawan, dan Fedrik Adhar, menuntut 1 tahun penjara bagi para terdakwa. '
• Ini Alasan Hakim Kasus Novel Baswedan Dapat Beri Hukuman Penjara Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa
Tuntutan tersebut dianggap tidak sesuai dengan rasa keadilan.
Akibatnya kritikan pun muncul dari segala arah.
"Meski sejak awal persidangan kasus itu banyak kejanggalan, saya tetap saja terkejut ketika dua terdakwa hanya dituntut 1 tahun penjara. Saya tidak mengerti mengapa sampai segitunya. Apakah memang JPU tidak yakin mereka pelakunya? Atau memang seperti apa, saya tidak mengerti," ujar Novel.
• Suami Jual Istri ke Pria Hidung Belang, Alasannya Karena Pandemi Covid-19
Bagaimana Novel Baswedan melihat proses hukum kasus penyerangan terhadap dirinya, berikut petikan wawancara eksklusif tim Tribunnews Network dengan mantan anggota Polri tersebut di Gedung KPK, kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (19/6/2020).
Tanya: Anda adalah mantan polisi dan seorang penyidik, pasti punya pengetahuan dan intuisi mengenai orang yang sebenarnya terlibat dalam kasus penyerangan terhadap Anda. Apa yang Anda bayangkan mengenai orang-orang itu saat ini?
Jawab: Saya yakin sekarang mereka gemetaran. Karena apa? Mereka tahu saya tidak takut. Saya tidak pernah merasa menyesal berbuat kebaikan sehingga kemudian diserang orang.
Selain itu saya tidak pernah merasa susah terkait keadaan ini. Saya yakin saat ini gemeteran pelakunya, ketakutan.
Orang tidak ada yang kuat menutupi perbuatan jahat. Hal terpenting, jangan beranggapan orang berbuat jahat itu hebat, bahkan dikasih gelar.
• Trending YouTube, Ini 5 Alasan Novel Baswedan yakin Pelaku Siram Air Keras, Bukan Air Aki
Secara tak sadar kita menyanjung penjahat. Kita melihat penjahat itu seolah-olah besar besar. Padahal kita sendiri yang membesarkan dia. Mungkin dibantu setan.
Tanya: Apa yang Anda pikirkan ketika JPU hanya mengajukan tuntutan 1 tahun penjara kepada dua terdakwa yang dituduh terlibat penyerangan terhadap Anda menggunakan air keras?
Jawab: Meski sejak awal persidangan kasus itu banyak kejanggalan, saya tetap saja terkejut ketika dua terdakwa hanya dituntut 1 tahun penjara. Saya tidak mengerti mengapa sampai segitunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/novel-baswedan-dikunjungi-tokoh-2.jpg)