Buronan KPK

KISAH Novel Baswedan Cs Temui Satu Pimpinan KPK Lalu Jadi Semangat Ciduk Nurhadi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) Nawawi Pomolango menemui tiga penyidik senior lembaga anti-rasuah pada Jumat (29/5/2020) lalu.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Jeprima
Nawawi Pomolango saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai pimpinan KPK, di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) Nawawi Pomolango menemui tiga penyidik senior lembaga anti-rasuah pada Jumat (29/5/2020) lalu.

Nawawi menginginkan Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan Rizka Anung Nata menangkap buronan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Saat menggelar pertemuan dengan tiga penyidik itu, mantan hakim tindak pidana korupsi itu menanyakan perkembangan pencarian para buronan KPK, termasuk Nurhadi.

DETIK-detik Novel Baswedan Disiram Air Keras Versi Terdakwa Ronny Bugis, Mengaku Cuma Ikuti Arahan

"Mereka kemudian menjelaskan banyak hal, termasuk kendala-kendala yang dihadapi di lapangan," ungkap Nawawi saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020).

Dari pertemuan itu, kata Nawawi, tim penyidik berjanji bakal lebih bersemangat memburu para buronan.

Senin 1 Juni 2020, seusai pertemuan tersebut, Nawawi dihubungi via WhatsApp (WA) oleh salah satu penyidik yang bertemu dengannya.

Ini yang Bikin Ronny Bugis Akhirnya Cerita ke Atasan Soal Novel Baswedan Disiram Air Keras

Nawawi diminta datang ke Gedung Merah Putih KPK.

Tim penyidik ingin berkonsultasi terkait penangkapan Nurhadi.

"Senin petang tanggal 1 Juni, saya dihubungi via WA oleh salah satu tim penyidik yang meminta saya ke kantor untuk berdiskusi dengan mereka," ujar Nawawi.

Siram Novel Baswedan Pakai Air Aki, Rahmat Kadir: Dia Pengkhianat, Lupa Diri!

Nurhadi beserta menantunya, Rezky Herbiyono, dua buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi untuk memainkan sejumlah perkara di MA, akhirnya dicokok tim penyidik di bawah komando Novel Baswedan pada Senin 1 Juni pukul 21.30 WIB.

Tim menangkap Nurhadi dan Rezky di sebuah rumah di Jalan Simprug Golf 17 Nomor 1, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Meski Nurhadi sempat melakukan perlawanan dengan cara mematikan semua lampu rumah dan tak membukakan pintu ketika tim penyidik datang, Nawawi mengapresiasi kinerja mereka.

Ganjar Pranowo: Anda yang Mengeluh Capek Tangani Covid-19, Mundur Saja

"Malam itu tim satgas yang luar biasa ini berhasil menangkap dua tersangka DPO [Daftar Pencarian Orang] tersebut."

"Saya sendiri malam itu hanya standby memonitor dari ruang kerja saya, gerak operasi teman-teman tim satgas penyidik di lapangan," papar Nawawi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved