Novel Baswedan Diteror

DETIK-detik Novel Baswedan Disiram Air Keras Versi Terdakwa Ronny Bugis, Mengaku Cuma Ikuti Arahan

Terdakwa Ronny Bugis memberikan keterangan terkait insiden penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ADHY KELANA
Dua tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, RM dan RB, keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Ronny Bugis memberikan keterangan terkait insiden penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Hal ini disampaikan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (4/6/2020).

Ronny mengakui perbuatan melakukan tindak pidana tersebut.

Jusuf Kalla Minta Masjid Dibuka Paling Pertama Ketimbang Mal dan Pasar, Bangsa Ini Harus Ada Rohnya

Dia melakukan perbuatan tersebut bersama Rahmat Kadir Mahulette di salah satu perumahan di kawasan Kelapa Gading, 11 April 2017.

"Saya diperiksa perkara melakukan kekerasan terhadap orang."

"Saya ikut serta melakukan. 11 April Selasa, waktu jamnya saya tidak ingat."

Ada Sekitar 400.000 Kehamilan Baru di Indonesia Saat Pandemi Covid-19, Bukan karena Tak Ada Hiburan

"Kurang lebih sekitar jam 5 dini hari. Peristiwa terjadi di Kelapa Gading," kata Ronny memberikan keterangan.

Ronny menceritakan kronologi insiden penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Peristiwa berawal saat Rahmat Kadir mendatangi tempat tinggalnya di Asrama Brimob, 11 April 2017 sekitar pukul 03.00 WIB.

12 Kali Tidak Salat Jumat di Masjid, Jusuf Kalla: Ini Paling Lama dalam Hidup Saya

Sebagai anggota Polri aktif, Ronny mengaku sudah 10 tahun tinggal di Asrama Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Saya mengetahui alamat, karena Kadir Maulete meminta diantarkan ke alamat tadi."

"Pada tanggal 11 April pukul 03.00 dini hari, saya sedang tidur di asrama."

Paradigma Kesehatan Indonesia Harus Diubah, Bukan Mengobati, tapi Orang Dibikin Tidak Sakit

"Tahu-tahu Rahmat Kadir datang dengan alasan mengantar ke Kelapa Gading, untuk mengantarkan obat ramuan tradisional kepada keluarga yang sedang sakit," tutur Ronny.

Dia memenuhi permintaan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved