Kerusuhan di AS

UPDATE: George Floyd Tewas karena Dibunuh, Demikian Hasil Autopsi Independen, Pembunuhan Berencana?

Warga kulit hitam bernama George Floyd (46 tahu) dipastikan meninggal dunia karena dibunuh. Hal itu berdasarkan autopsi tim independen

Markus Schreiber/AP via www.npr.org
Gambar George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi AS menghiasi tembok Berlin. Hasil autopsi independen, pria berusia 46 tahun itu memang tewas dibunuh, antara lain oleh polisi bernama Derek Chauvin. 

Baden menambahkan ia tidak menemukan masalah kesehatan yang mendasar pada Floyd dan menyebabkan kematiannya.

Baden berpengalaman dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk kasus kematian 2014 lalu, Eric Garner, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah dicekik oleh polisi di New York.

Derek Chauvin dan Floyd
Derek Chauvin dan Floyd (cnn.com)

"Banyak polisi punya kesan bahwa jika Anda dapat berbicara, itu berarti Anda sedang bernapas. Itu tidak benar, "kata Baden.

"Saya berbicara sekarang di depan Anda dan tidak bernapas," ucapnya sambil menirukannya.

Industri Tekstil Indonesia Mampu Selamatkan Ekonomi dan Kesehatan di Masa Pandemi

Antonio Romanucci, salah satu pengacara yang mewakili keluarga Floyd, mengatakan empat polisi yag berada di tempat kejadian harus menghadapi tuntutan. Jadi bukan hanya Chauvin.

"Tidak hanya lutut di leher George penyebab kematiannya, tapi begitu juga dua polisi lain yang melakukan hal yang sama di punggungnya, yang tidak hanya mencegah aliran darah ke dalam otaknya, tetapi aliran udara ke dalam paru-parunya," kata Romanucci.

"Karena itu semua petugas di TKP harus bertanggung jawab," tegasnya.

Uang Lisa BLACKPINK Sebesar Rp 11,8 Miliar Lenyap, Pelakunya Tak Disangka

Ben Crump, pengacara kepala dari keluarga Floyd, mengatakan autopsi independen dan bukti video memembuktikan, Floyd sudah tewas ketika ia masih berbaring di jalan dengan polisi di atasnya.

Keluarga Floyd juga meminta agar aksi protes kekerasan yang terjadi di Amerika Serikat untuk segera diakhiri.

"George meninggal karena ia membutuhkan napas, menghirup udara," kata Crump.

"Saya memohon Anda semua untuk bergabung dengan keluarganya dalam mengambil napas-mengambil napas untuk keadilan, mengambil napas untuk perdamaian. "

VIDEO: Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, 679 WNI ABK MV Westerdam Dievakuasi

Pembunuhan Berlapis

Dikutip Tribunnews.com dari cbsnews.com, awalnya Derek Chauvin didakwa pasal pembunuhan berlapis, yakni tingkat kedua dan ketiga.

Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS.
Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS. (Kompas TV)

Pembunuhan tingkat kedua masuk kategori pembunuhan tidak berencana.

Sementara tiga anggota polisi lain yang saat itu diam saja melihat Derek Chauvin membunuh George Floyd sudah dipecat tanpa dakwaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved