Kerusuhan di AS

UPDATE: George Floyd Tewas karena Dibunuh, Demikian Hasil Autopsi Independen, Pembunuhan Berencana?

Warga kulit hitam bernama George Floyd (46 tahu) dipastikan meninggal dunia karena dibunuh. Hal itu berdasarkan autopsi tim independen

Markus Schreiber/AP via www.npr.org
Gambar George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi AS menghiasi tembok Berlin. Hasil autopsi independen, pria berusia 46 tahun itu memang tewas dibunuh, antara lain oleh polisi bernama Derek Chauvin. 

Pihak pengacara yakin, Derek Chauvin memang ada niatan untuk membunuh.

"Kami pikir bahwa (Chauvin) ada niatan (untuk membunuh)," tegas Crump.

"Karena tak hanya semenit dua menit, tapi lebih dari delapan menit, nyaris sembilan menit dia menindih (Floyd) dengan lutut padahal (Floyd) sudah memohon dilepas karena tak bisa bernapas," terangnya.

Dwi Sasono Mengakui Kesalahannya, Vino Bastian: Dia Bersalah Tapi Bukan Penjahat Apalagi Koruptor

Crump melihat apa yang dilakukan Derek Chauvin bukan lagi sekadar menangkap seseorang yang melakukan aksi kriminal, di mana George Floyd awalnya ditangkap karena penggunaan uang palsu.

Prosedur penangkapan George Floyd sudah menyalahi aturan pihak kepolisian hingga menyebabkan nyawa melayang.

Crump yakin pada sidang selanjutnya Derek Chauvin bisa didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat satu atau pembunuhan berencana.

"Atas dasar apa, ini sudah bukan tentang menahan seorang pria yang tertelungkup dan terborgol yang bahkan tidak menunjukkan ancaman, tapi pada niat yang disengaja untuk membahayakan orang lain," paparnya.

"Jika itu berakibat kematian, setiap jaksa di Amerika akan menyebut, ini adalah pembunuhan tingkat pertama," imbuhnya.

Batalkan Keberangkatan Jemaah Haji, Ketua Komisi VIII DPR: Menteri Agama Melanggar Undang-undang!

Pernah Bekerja di kantor yang sama

Crump juga menyinggung latar belakang George Floyd dan Derek Chauvin yang pernah bekerja sebagai petugas keamanan di tempat yang sama.

"Ini akan menjadi aspek yang menarik dalam kasus dan semoga bisa menaikkan dakwaan menjadi pembunuhan tingkat satu karena kami yakin dia (Chauvin) tahu siapa George Floyd," harap Crump.

George Floyd dan Derek Chauvin Bekerja Bersama 17 Tahun

George Floyd dan petugas polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin, ternyata pernah bekerja bersama selama 17 tahun.

Keduanya sama-sama pernah menjadi petugas keamanan atau satpam di sebuah klub di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Pukul 11.30 Kemacetan Parah di Kantor Samsat Jakarta Timur Jl Di Panjaitan Menuju Cawang

Dikutip Tribunnews.com dari kstp.com, hal ini diungkapkan oleh pemilik klub sekaligus restoran El Nuevo Rodeo, Maya Santamaria.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved