Virus Corona

Industri Tekstil Indonesia Mampu Selamatkan Ekonomi dan Kesehatan di Masa Pandemi

Praktisi Manajemen Krisis dan Ekosistem Industri, Muhammad Arif Bintoro Debyoseputro mengatakan, industri ini bersifat padat karya dan padat modal.

istimewa
Praktisi Manajemen Krisis dan Ekosistem Industri, Muhammad Arif Bintoro Debyoseputro. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Industri Tekstil dan Produk Tekstil (ITPT) merupakan sektor bisnis yang unik, karena seringkali digunakan oleh beberapa negara sebagai entry point untuk belajar kegiatan berindustri secara umum.

Praktisi Manajemen Krisis dan Ekosistem Industri, Muhammad Arif Bintoro Debyoseputro mengatakan, industri ini bersifat padat karya dan padat modal.

"Jadi semakin ke hulu, maka semakin high tech dan padat modal," ujarnya.

Bintoro membeberkan hal tersebut dalam seminar daring KAGAMA Inkubasi Bisnis X bertajuk Best Practice Manajemen Krisis: Membangun Network dan Potensi Funding Untuk Melewati Masa-masa Sulit.

Acara yang diikuti 620 peserta tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA).

Selain Bintoro, seminar juga dihadiri Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan sebagai keynote speaker; Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo; Ketua II PP KAGAMA, Bambang Esti Marsono.

Sementara para narasumber yang hadir adalah Friderica Widyasari Dewi (Direktur Utama PT Danareksa Securitas), dan Eni Widiyanti (Kepala Bidang Perbankan Kemenko Perekonomian RI). Bertindak sebagai moderator Aji Erlangga, Ketua Departemen Peningkatan Kompetensi Alumni, PP KAGAMA.

Ganjar Pranowo Harap KAGAMA Berikan Rekomendasi Penyelamatan Ekonomi Rakyat di Masa Krisis

Selain itu hadir juga pembahas utama Dandung S Harninto, pengurus Kadin bidang Konstruksi dan Infrastruktur serta Cahyadi, Ketua ABDSI (Asosiasi Pendamping UMKM).

Bintoro menjelaskan, untuk menciptakan satu lapangan kerja di hulu, ITPT membutuhkan modal hampir Rp 500 juta per kepala.

Namun pada ITPT di hilir, modal kerja hanya Rp10 juta per kepala. Untuk itu, jika pemerintah ingin menciptakan lapangan kerja yang padat karya, ITPT bisa jadi solusi untuk mewujudkannya.

Halaman
123
Editor: Murtopo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved