Sabtu, 25 April 2026

Kerusuhan di AS

Kerusuhan dan Penjarahan Pasca Kematian George Floyd Diduga Terorganisir, Benarkan Rusia Terlibat?

Mantan Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Susan Rice menuding Rusia di belakang aksi rusuh di AS

SerambiTV
Aksi penjarahan yang dilakukan warga pasca kematian George Floyd oleh polisi Amerika Serikat. Diduga aksi kerusuhan dan penjarahan ada dalangnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, MIINESOTA -- Aksi kerusuhan dan penjarahan di AS menyusul ascakematian warga Afrika-Amerika, George Floyd oleh polisi belum surut.

Namun kini muncul dugaan bahwa aksi sporadis tersebut terorganisir.

Bahkan Mantan Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Susan Rice menuding Rusia di belakang aksi tersebut.

Melansir Kompas.com, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago mengungkapkan kondisi terkini dari kerusuhan demonstrasi kematian George Floyd.

Adik George Floyd Sedih Lihat Pembakaran dan Penjarahan karena Kakaknya, Jangan Hancurkan Kota Anda

Derek Chauvin dan George Floyd Sama-sama Pernah Bekerja Sebagai Satpam, Mengapa Chauvin Membunuhnya?

Dalam siaran persnya pada Sabtu (1/6/2020), KJRI Chicago menyebutkan kondisi WNI tetap baik dan aman.

Meski begitu, kerusuhan masih merebak di wilayah kerja KJRI Chicago dan belum ada tanda-tanda mereda, begitu pun dengan penjarahan yang masih terjadi.

VIDEO: Karang Tengah Cilandak Ramai Lancar Menjelang New Normal

Bahkan ditemukan ada penjarahan terorganisir yang pelakunya dibekal HT dan truk suplai.

Berikut adalah update situasi terkini di Minnesota, Chicago, dan situsasi di negara bagian Midwest AS lainnya yang masuk di wilker KJRI Chicago.

Minnesota

Berbeda dengan unjuk rasa yang memanas pada malam sebelumnya, para demonstran di kota Minneapolis hingga Minggu (31/5/2020) dini hari diberitakan tidak lagi melakukan penjarahan serta pengrusakan properti, dan hanya ditemukan sejumlah kecil aksi pembakaran.

Gubernur Minnesota Tim Walz mengapresiasi peran serta warga untuk turut menjaga toko-toko tidak menjadi korban penjarahan atau pengrusakan sebagaimana aksi sebelumnya.

Gubernur dalam konferensi pers Minggu pagi juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim aparat keamanan, yang merupakan gabungan antara kepolisian lokal dengan lebih kurang 5.025 tentara Garda Nasional, dalam membubarkan massa.

Hingga Minggu dini hari tercatat 100 orang telah ditahan, sebagian besar karena pasal kepemilikan senjata.

Buntut Perseteruan Lahan dan Kekerasan Anak Petani di Simalungun, Karyawan Perusahaan Pulp Diperiksa

Menurut media setempat, dari yang ditangkap 20 persen diketahui berasal dari luar negara bagian Minnesota.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved