Adi Kurdi Meninggal
Ini Deretan Film yang Pernah Dibintangi oleh Adi Kurdi
Dalam usia 72 tahun, Adi Kurdi meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jumat (8/5/2020) akibat gangguan syaraf otak.
Di kompleks makam Bengkel Teater telah dimakamkan WS Rendra, hingga almarhum Mbah Rujito dan Mbah Surip.
Adi Kurdi juga menikah dengan Bernadetta Siti Restyratuti, adik perempuan mendiang WS Rendra.
Menurut Harry Tjahyono, Agustinus Adi Kurdi yang populer disapa Adi Kurdi itu dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan menyenangkan selama hidup.
Harry Tjahyono, sahabat dekat Adi Kurdi, mengenal baik pemeran Abah di sinetron Keluarga Cemara dan film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah (TETA) sejak 1980-an.
"Beliau (mendiang Adi Kurdi) adalah orang yang rendah hati," kata Harry Tjahyono.
• Adi Kurdi Meninggal Dunia, Harry Tjahyono Kehilangan Sahabat yang Rendah Hati dan Begitu Sederhana
• Sudah Lama Sakit Glaukoma, Adi Kurdi Meninggal Dunia karena Stroke dan Pembengkakan Otak
Di mata Harry Tjahyono yang sering bekerja bersama Adi Kurdi, sahabatnya itu adalah aktor senior yang begitu rendah hati.
"Beliau (Adi Kurdi) ini mudah diajak ngomong, hangat, menjelaskan sesuatu dengan sederhana dan bersahabat," kata Harry Tjahyono.
Meski aktor gaek, Adi Kurdi bahkan bersedia mendengar cerita orang lain yang usianya jauh lebih muda darinya.
"Beliau (Adi Kurdi) mau mendengar omongan kita, apapun itu. Orangnya selalu hangat," ujarnya.
Yan Widjaya, pengamat film Indonesia, menyatakan, Adi Kurdi telah bermain 25 film selama hidupnya.
Adi Kurdi, aktor teater dan film, memulai debut lewat film Gadis Penakluk pada 1980 dan terakhir berakting film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah (2020).
Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah ditunda pemutarannya di bioskop Indonesia karena wabah virus corona.
Adi Kurdi juga bermain di 5 judul sinetron, salah satunya Keluarga Cemara.
Anaknya Sebut Penyakit Penyebab Aktor Keluarga Cemara Adi Kurdi Meninggal, Ada Tumor di Otak
Maria Advena Victoria, putri Adi Kurdi, membenarkan ayahnya telah wafat.
Aktor kawakan Keluara Cemara Adi Kurdi meninggal dunia pada usia 71 tahun, Jumat (8/5/2020) menjelang siang.
Adi tengah dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, kawasan Cawang, Jakarta Timur.
"Iya, (Adi Kurdi meninggal) karena sakit tumor di otak," ujar Vena Aan, sapaan Maria Advena Victoria.
Vena belum banyak memberikan informasi.
"Saya masih di mobil ini, dalam perjalanan ke rumah sakit. Maaf ya," kata Vena.
• Adi Kurdi Meninggal Dunia, Harry Tjahyono Kehilangan Sahabat yang Rendah Hati dan Begitu Sederhana
• Profil Adi Kurdi, Sosok Abah dalam Keluarga Cemara yang Meninggal Dunia dalam Usia 71 Tahun
• Tanah Air Kembali Berduka, Aktor Senior Abah Adi Kurdi Meninggal Dunia
Adi kurdi memiliki nama lengkap Agustinus Adi Kurdi meninggal dalam usia 71 tahun di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang Jakarta Timur, Jumat pukul 11.31 WIB.
Aktor kawakan Keluarga Cemara ini lahir di Pekalongan Jawa Tengah, 22 September 1948.
Menurut catatan Wikipedia, Adi Kurdi adalah seorang aktor dan bintang sinetron Indonesia.
Adi Kurdi meninggalkan seoerang istri, Bernadetta Siti Restyratuti dan anak Maria Advena Victoria
Aktor kawakan film serial tv, Keluarga Cemara itu banyak mendapat penghargaan. Misalnya, Indonesian Movie Actors Award untuk Lifetime Achievement, Piala Maya untuk Aktor Pendukung Terpilih.
Ia juga masuk nominasi Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik.
• Kehebatan Adi Kurdi di Dunia Teater Membuatnya Dilirik Main Film Layar Lebar dan Masuk FFI 1981
Penulis naskah ternama Harry Tjahyono membenarkan kabar duka meninggalnya Adi Kurdi.
Menurut Harry Tjahyono, sahabat baiknya tersebut meninggal dunia karena stroke.
"Adi Kurdi meninggal jam 11.31 WIB tadi. Saya dengar informasi meninggal di RS Poin, sekitar Depok," kata Harry Tjahyono saat dihubungi Warta Kota, Jumat siang.
Harry Tjahyono menyatakan, Adi Kurdi meninggal dunia karena pembengkakan otak.
Adi Kurdi memulai kariernya sebagai pemain teater.
• Sering Bermain Film, Mengapa Dian Sastrowardoyo Masih Suka Tegang Setiap Syuting Film?
• Setelah 20 Tahun Vakum, Novia Kolopaking Kembali Lagi Main Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah
Profil Agustinus Adi Kurdi
Agustinus Adi Kurdi adalah sosok Abah dalam serial Keluarga Cemara yang terkenal di pertengahan 1990an.
Adi Kurdi lahir pada 22 September 1948 (71 tahun) di Pekalongan, Jawa Tengah.
Menurut Wikipedia, Adi Kurdi memulai kariernya sebagai pemain teater.
• Aktor Gaek Adi Kurdi Meninggal karena Sakit Serangan Stroke
Sekitar tahun 1970, Adi Kurdi mulai bergabung dengan Bengkel Teater pimpinan dramawan kenamaan W. S. Rendra.
Kepiawaian Adi berteater sempat dipercaya oleh Rendra sebagai pemeran utama dalam pementasan teater Kisah Perjuangan Suku Naga yang terkenal.
Di jagat teater Indonesia, nama Adi Kurdi bisa jadi jaminan sukses bagi sebuah pementasan.
Meski ia sudah banyak berkecimpung di dunia layar lebar, Adi tetap dipandang sebagai salah satu pemain pentas yang berkarakter.
Boleh jadi, karena bakat akting di atas panggung itulah yang menjadikan nama Adi Kurdi jadi pembicaraan di kalangan sineas Indonesia kala itu.
Penampilan Adi di layar lebar mulai menarik perhatian orang semenjak ia membintangi film Gadis Penakluk pada tahun 1980.
• Lima Asteroid Lintasi Bumi Hari Ini Terbesar Asteroid2009XO Berukuran Empat Kali Lapangan Sepak Bola
Pada film itu, nama Adi Kurdi masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 1981.
Pada tahun 1981, namanya kembali diperhitungkan atas perannya di film Putri Seorang Jendral karya sutradara besar Wim Umboh, meski ia hanya berperan sedikit saja.
Redupnya dunia perfilman nasional, tampaknya tidak menguburkan nama Adi Kurdi.
Alumnus School of Art, Theater Program New York University ini juga turut mewarnai dunia sinetron Indonesia dengan berperan di berbagai judul sinetron.
Adi Kurdi menikah dengan Bernadetta Siti Restyratuti di Gereja Albertus di Jetis, Yogyakarta dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Maria Advena Victoria.
Isteri Adi Kurdi adalah adik W. S. Rendra.
• PO Bus Arimbi Bagikan Paket Sembako untuk 131 Pegawai Terdampak Pandemi Virus Corona
Film Adi Kurdi
Gadis Penakluk (1980)
Bukan Istri Pilihan (1981)
Putri Seorang Jendral (1981)
Bunga Bangsa (1982)
RA Kartini (1982)
Hatiku Bukan Pualam (1985)
Opera Jakarta (1985)
Beri Aku Waktu (1986)
Oeroeg (1993)
Surat untuk Bidadari (1994)
Aku Ingin Menciummu Sekali Saja (2002)
3 Hari untuk Selamanya (2007)
Anak-Anak Borobudur (2007)
Ratu Kostmopolitan (2010)
Kapan Kawin ? (2015)
Bulan di Atas Kuburan (2015)
Triangle the Dark Side (2016)
Serial drama
Sebening Air Matanya (1993)
Keluarga Cemara (1997)
Ali Topan Anak Jalanan (1997)
Masalembo (2015)
Drama
Seindah Bunga Teratai (2014) (DAAI TV)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/reuni-keluarga-cemara5.jpg)