Berita Internasional
AS Pastikan Belum Melihat Kim Jong Un, Wabah Corona Diduga Membuat Pemimpin Korut Itu Bersembunyi?
Amerika Serikat memastikan belum melihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dengan demikian kabarnya masih simpang siur.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Amerika Serikat memastikan belum melihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Dengan demikian kabar apakah dia meninggal dunia atau masih hidup tetap simpang siur.
Para pejabat AS "belum melihat" pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akhir-akhir ini dan sedang 'memantau dengan saksama' status kesehatannya, kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
• Dianggap Lebih Bahaya, CIA Kumpulkan Data Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, Begini Data Awalnya
• Kabar Terbaru, Informasi dari Jepang Kim Jong Un Berhenti Berikan Keputusan untuk Korea Utara
Dia juga menyatakan keprihatinan bahwa negara yang tertutup itu bisa terkena dampak wabah virus corona atau kelaparan.
Kim, 36, terakhir muncul di media pemerintah pada 12 April. Hal itu memicu spekulasi bahwa dia sakit parah.
Namun para pejabat di Korea Selatan mengatakan laporan itu tidak benar.
Ada juga pendapat bahwa "pemimpin tertinggi" Korea Utara itu mungkin tinggal di resor tepi laut di Wonsan untuk melindungi dirinya dari kemungkinan terpapar virus corona.
• Sitti Hikmawatty Akhirnya Terima Pemecatan Dirinya Sebagai Komisioner KPAI, Ini Saran untuk Jokowi
Negara itu menutup perbatasannya pada akhir Januari karena pandemi Covid-19.
Apa yang dikatakan Mike Pompeo?
Dalam wawancara dengan Fox News, Pompeo mengatakan: "Kami belum melihatnya (Kim Jong-un) . Kami tidak memiliki informasi untuk dilaporkan hari ini, kami memperhatikannya dengan saksama.
"Ada juga risiko nyata bahwa akan ada kelaparan, kekurangan makanan, di Korea Utara," tambahnya.
"Kami memperhatikan setiap hal itu dengan cermat, karena mereka memiliki dampak nyata pada misi kami, yaitu denuklirisasi Korea Utara," kata menteri luar negeri itu.
• Via Vallen Ternyata Pernah Dibayar Rp 5.000 Sekali Manggung, Kini Bisa Beli Mobil Alphard Cash
Pada 1990-an, kelaparan yang parah diyakini telah menewaskan ratusan ribu warga Korea Utara.
Presiden Trump: "Melewati garis itu adalah sebuah kehormatan"
Pada Senin (27/04), Presiden Donald Trump mengatakan ia memiliki "ide yang sangat bagus" tentang kondisi Kim, tetapi menambahkan bahwa "Saya tidak dapat membicarakannya".
"Saya hanya berharap dia sehat," tambahnya.