Selasa, 21 April 2026

Pemerintahan Jokowi

Minta Staf Khusus Milenial Dibubarkan, Legislator PKB: Anak-anak Ini Malah Merepotkan

Yaqut Cholil Qoumas menyoroti pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo mengenalkan tujuh orang sebagai Staf Khusus Presiden untuk membantunya dalam pemerintahan, pada sebuah acara perkenalan yang berlangsung dengan santai di beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) sore. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas menyoroti pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini, keberadaan stafsus dari kalangan milenial lebih baik dibubarkan.

"Bubarkan saja stafsus milenial ini, tidak berfaedah," kata Gus Yaqut, Sabtu (25/4/2020).

Susul Belva Devara, Andi Taufan Garuda Putra Mundur dari Posisi Staf Khusus Presiden

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor ini mengatakan, Presiden Jokowi saat ini sudah memiliki pembantu-pembantu yang hebat dan mengerti bagaimana cara menjalankan pemerintahan.

Oleh karena itu, kehadiran stafsus milenial sesungguhnya tidak dibutuhkan lagi.

"Tidak perlu anak-anak ini yang justru malah merepotkan."

DUA Staf Khusus Presiden Mundur, Politikus PKS: Yang Salah Bukan Prajurit, tapi Jenderalnya

"Kalau diharapkan bisa membantu Presiden karena kemilenialannya, biarkan mereka membantu melalui dunia yang mereka tekuni sebelum menjadi stafsus, pasti lebih bermakna," ucapnya.

Senada, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta meminta staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih baik dibubarkan.

Terutama, apabila Jokowi tidak bisa memastikan mereka tak akan menyalahgunakan wewenangnya.

Dinas Pendidikan DKI Bilang Sekolah yang Diusulkan Bukan untuk Pasien Positif Covid-19, tapi ODP

"Kalau Presiden tidak bisa memastikan staf-staf yang diangkat semuanya itu tidak menyalahgunakan kewenangannya, sebaiknya dibubarkan saja," ujar Sukamta ketika dihubungi Tribunnews, Sabtu (25/4/2020).

Sukamta mengapresiasi positif mundurnya CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan CEO Amartha Mikro Fintek Andi Taufan Garuda Putra.

Namun, ia menilai mundurnya kedua milenial itu tak menyelesaikan masalah utama.

Tak Cuma Penyewa Lapak, Bandara Halim Perdanakusuma Juga Merugi Akibat Pandemi Covid-19

Anggota Komisi I DPR tersebut mengatakan masalah konflik kepentingan terutama terkait Belva, belumlah usai.

Sebab, Ruangguru masih menjadi mitra kerja pemerintah dalam program Kartu Prakerja.

"Kalau Belva mau tuntaskan masalah, mestinya ia tarik Ruangguru dari program Kartu Prakerja."

Tiga Barang Bepe Laku Dilelang Rp 62,6 Juta untuk Bantu Perangi Covid-19, Termasuk Jersey Pamungkas

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved