Pemerintahan Jokowi

DUA Staf Khusus Presiden Mundur, Politikus PKS: Yang Salah Bukan Prajurit, tapi Jenderalnya

Mardani Ali Sera mengapresiasi keputusan Andi Taufan Garuda Putra yang mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden Jokowi.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo mengenalkan tujuh orang sebagai Staf Khusus Presiden untuk membantunya dalam pemerintahan, pada sebuah acara perkenalan yang berlangsung dengan santai di beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) sore. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengapresiasi keputusan Andi Taufan Garuda Putra yang mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden Jokowi.

Menurutnya, hal itu menunjukkan pengangkatan stafsus dari kalangan milenial memiliki banyak catatan.

"Sudah dua yang mundur. Bisa jadi ada lagi," kata Mardani saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/4/2020).

PDIP Minta Anies Baswedan Gratiskan Biaya Sewa Rusun Selama Pandemi Covid-19 Seperti Jawa Timur

Anggota Komisi II DPR itu menilai tak perlu mempersalahkan Andi Taufan yang diangkat Jokowi sebagai stafsus.

Mardani justru menilai Jokowi harus bertanggung jawab terhadap pembinaan para stafsus.

"Yang salah bukan prajurit, tapi jenderalnya."

BREAKING NEWS: 2 Penghuni Rumah Tewas Akibat Kebakaran di Sunter Agung Jakarta Utara

"Pak Presiden perlu bertanggung jawab pada pembinaan stafsusnya," ujar Mardani.

Sebelumnya, Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari posisi staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengumuman pengunduran diri Andi diumumkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat (24/4/2020).

 Tetap Nekat Mudik Melalui Terminal Jatijajar Depok, Warga: Makan Enggak Makan Asal Kumpul

Dalam surat itu, Andi menyampaikan informasi pengunduran diri sebagai Staf Khusus Presiden melalui surat yang telah ia sampaikan pada 17 April 2020.

Surat itu telah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Andi Taufan.

"Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020."

 Aksi Maling Motor di Tanjung Priok Terekam CCTV, Rusak Gembok Pagar Pakai Cairan

"Dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," tulis Andi dalam surat itu.

Andi menambahkan, pengunduran diri ini dilandasi keinginan yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat

Terutama, yang menjalankan usaha mikro dan kecil.

 Korban Kebakaran di Sunter Agung Sakit Strok, Putrinya Mau Bantu Keluar Malah Ikut Tewas Terbakar

Selain itu, Andi pun mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas kepercayaan, pelajaran, dan nilai-nilai yang diberikan selama ini.

"Saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa depan Indonesia," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved