Minggu, 12 April 2026

Virus Corona Jabodetabek

Sampah Rumah Tangga Meningkat Dua Kali Lipat Selama PSBB, Warga Depok Pilih Membakarnya

Selama pemberlakuan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, kegiatan pengangkutan sampah oleh petugas mengalami penurunan.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
WARTA KOTA/VINI RIZKI AMELIA
Arenta (44), warga Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, memilih membakar sampah untuk menghindari sampah menumpuk lantaran petugas kebersihan telat mengangkut sampah di rumahnya, Selasa (21/4/2020). 

WARTAKOTALIVE, DEPOK - Peningkatan volume sampah rumah tangga pasca-penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, diakui Arenta (44).

Menurut warga Jalan Merpati, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok itu, selama diberlakukan PSBB, jumlah sampah di rumahnya meningkat.

"Bisa dua sampai tiga kali lipat per hari dibanding hari biasanya."

Kisah Pilu Chef Kafe di Mal Tersohor di Bekasi Kena PHK, Jualan Ayam Geprek Demi Bertahan Hidup

"Karena memang semua orang rumah kan enggak ke mana-mana," ujar Arenta kepada Wartakotalive saat ditemui di kediamannya, Jalan Merpati, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, Selasa (21/4/2020).

Aktivitas di rumah, kata Arenta, membuat sampah bertambah dari biasanya.

Sebab, penghuni rumah yang terdiri dari istri, anak, dan orang tuanya kerap masak dan makan, sehingga menimbulkan tumpukan sampah.

BREAKING NEWS: Disdik DKI Usulkan Ratusan Gedung Sekolah Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

Namun, Arenta mengaku belakangan ini selama pemberlakuan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, kegiatan pengangkutan sampah oleh petugas mengalami penurunan.

"Biasanya setiap hari di angkut, tapi sekarang bisa dua hari sekali baru diangkut."

"Mungkin karena jam kerja petugasnya dikurangi, enggak tahu juga deh," tuturnya.

BREAKING NEWS: Jokowi Larang Masyarakat Mudik Lebaran

Untuk itu, sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi tumpukan sampah di rumahnya, Arenta kerap membakar sampah yang berlokasi di halaman rumahnya.

"Kadang juga saya buang ke bak sampah sementara yang lokasinya enggak jauh dari rumah," tuturnya.

Meski jarang petugas yang mengangkut sampah pasca-pemberlakuan PSBB, Arenta mengaku dirinya tak permah mencoba mencari tahu kenapa para petugas lambat mengangkut sampah.

Hindari Gerobak Sayur, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Tubagus Angke

"Enggak lah, biarin aja. Tapi tetep sih tiap bulan bayar (iuran sampah), sebulan Rp 25.000," ungkapnya. 

Meningkat Hingga 100 Ton per Hari

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Kota Depok rupanya membawa dampak bagi peningkatan produksi sampah rumah tangga.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved