Breaking News:

Virus Corona

Tak Bisa Melalui Asimilasi karena Terhambat PP, Jokowi Bisa Bebaskan Abu Bakar Baasyir Pakai Grasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberikan grasi kepada terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Abu Bakar Baasyir di dalam ruang periksa klinik Kencana, RSCM, Jakarta, Kamis (1/3/2018) 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberikan grasi kepada terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, di tengah pandemi Covid-19.

Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mengatakan, pembebasan narapidana melalui asimilasi karena alasan mencegah penyebaran Covid-19, tidak bisa diberlakukan untuk pidana khusus seperti terorisme.

"Untuk pidana khusus, Menkumham tidak bisa mengambil kebijakan karena ada hambatan di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012," ujar Didik kepada Tribun, Selasa (7/4/2020).

SETUJU Abu Bakar Baasyir Dibebaskan, Politikus Nasdem: Apa Umur Setua Itu Bisa Bahayakan Negara?

Menurut Didik, pidana khusus dibebaskan melalui asimiliasi bisa saja dilakukan, jika Presiden Jokowi mencabut atau mengubah PP 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Konsekuensi atas itu, maka akan berlaku untuk semua."

"Tapi, Presiden bisa memberikan yang sifatnya khusus, melalui grasi yang menjadi kewenangan konstitusionalnya," papar politikus Partai Demokrat itu.

ENAM Perawat Meninggal Terpapar Covid-19, PPNI Minta Keamanan Saat Layani Pasien Ditingkatkan

Didik menilai, secara prinsip kebijakan pemerintah tidak boleh diskriminatif, apalagi di saat darurat kesehatan seperti saat ini.

Sehingga, pemerintah perlu mempertimbangkan fasilitas terhadap warga binaan dengan memperhatikan kondisi kesehatan, usia, dan lain-lainnya.

"Secara prinsip kalau Abu Bakar Baasyir meminta kebijakan Presiden sudah tepat, karena Presiden memang mempunyai kewenangan untuk itu," ujarnya.

Pembacok Remaja Hingga Tewas Saat Tawuran di Kramat Jati Diduga Masih di Bawah Umur

"Saya ikut mendoakan semoga Presiden bisa mempertimbangkan dengan sebijak-bijaknya," sambung Didik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved