Virus Corona

Anies Terapkan PSBB Jakarta Mulai 10 April, Ini Bocoran 13 Butir Hal yang Dibatasi dan Dibolehkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan PSBB Jakarta Mulai 10 April. Ada 13 butir hal penting; 8 hal aka dibatasi dan 5 hal boleh asal..

Dok PPID DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat memberikan pernyataan waktu penerapan PSBB, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020). 

ii). Sektor pangan, makanan dan minuman; 

iii). Sektor energi, sepeti air, listrik gas, pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.

iv). Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.

v). Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.

vi). Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.

vii). Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan  kebutuhan warga itu dikecualikan,

viii). Sektor industri strategis yang ada dikawasan ibu kota

 
5)     Organisasi sosial yang terkait dengan penangannan wabah Covid-19 bisa terus berkegiatan seperti biasa. Misalnya lembaga lembaga pengelola zakat, lembaga pengelola bantuan sosial, atau organisasi non-pemerintah (NGO) di bidang kesehatan dan yang terkait dengan penanganan Covid-19 itu bisa berkegiatan.

Sektor-sektor tadi dikecualikan, semua orang yang terlibat harus melaksanakan kegiatan dengan mengikuti prosdeur dan ketetapan (protap) penanganan Covid-19. Artinya ada physical distancing, mengharuskan penggunaan masker, kemudian mengharuskan untuk ada fasilitas cuci tangan yang mudah dan rutin.

 
Salurkan Bantuan Sembako
Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Pemerintah Pusat akan menyiapkan bantuan sosial kepada warga miskin dan rentan yang terdampak atas pelaksanaan PSBB, dan terdampak atas kondisi perekonomian yang turun akibat wabah Covid-19.  

Pemprov DKI bersama dengan jajaran TNI dan Kepolosian mulai hari Kamis (10/4/2020), akan mulai memfasilitasi distribusi Sembako kepada masyarakat di kawasan-kawasan padat dan masyarakat yang memiliki kebutuhan. Jadi masyarakat miskin dan rentan miskin semua nanti akan distribusikan bantuan Sembako.

Pemprov dki dengan seluruh jajaran BUMD khususnya yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat menyiapkam juga fasilitas lewat Pasar Jaya untuk belanja melalui jarak jauh. Dan ini sudah berjalan selama beberapa minggu di 105 pasar di seluruh jakarta. (*)
 

 Isi Lengkap Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Berikut transkrip lengkap pernytaan  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) DKI Jakarta terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pendopo Balaikota, Jakarta, Selasa (7/4/2020):

 
Baru saja kami dari seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pemprov DKI Jakarta atau Forkompinda menyelesaikan pembahasan terkait dengan Pembatansam Sosial Berskala Besar yang pada hari ini kita menerima Surat Kepetusan Menteri Kesehatan RI.

Kita semua menyadari bahwa persoalan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sebuah pihak.

Untuk bisa mengendalikan penyebaran virus Corona ini, karena penyebarannya dari orang ke orang. Itu sebabnya interaksi antar orang penting sekali untuk dibatasi.

Malam hari ini seluruh jajaran Forkompinda ini lengkap hadir di sini (nama-nama dan pangkat pejabat dilengkapi redaksi, Red) ada Bapak Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsda TNI Donny Ermawan T, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Asri Agung Putra, juga bersama kita hadir Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa, Komandan Garnisun Tetap I/Jakarta atau (Gartap I/Jakarta), Brigadir Jenderal atau Brigjen TNI Syafruddin, Komandan Lantamal III/Jakarta Brigjen Marinir Hermanto, dan seluruh anggota gugus percepatan penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta.

Dari pembahasan yang kita lakukan tadi, DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari jumat tanggal 10 April 2020.

Secara prinsip tadi sudah kami bahas bersama selama ini DKI Jakarta sudah melaksanakan pembatasan-pembatasan itu. Mulai dari seruan untuk bekerja di rumah, menghentikan kegiatan belajar mengajar di Sekolah dan mengalihkannya menjadi kegiatan belajar di rumah, kemudian menghentikan kegiatan peribadatan di rumah-rumah ibadat, mengerjakan kegiatan peribadatan di rumah.

Begitu juga dengan pembatasan transportasi, semuanya sudah kita lakukan selama 3 minggu terakhir ini.

Jadi bagi masyarakat Jakarta yang akan nanti kita lakukan mulai tanggal 10 April, utamanya adalah pada komponen penegakan. Karena akan disusun peraturan yang peraturan ini memiliki kekuatan mengikat kepada warga untuk mengikuti.

Jadi kita berharap pembatasan, nantinya bisa ditaati sekaligus menjaid pesan bagis semua bahwa ketaatan kita untuk membatasi pergerakan dan interaksi itu sangat mempengaruhi kemampuan kita untuk mengendalikan virus ini.

Ada beberapa prinsip yang nanti akan kita tegakkan di dalam pembatasan ini. Pada intinya kegiatan belajar akan terus seperti kemarin, tidak dilakukan di sekolah tapi dilakukan di rumah. Kemudian semua fasilitas umum tutup baik itu fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun tempat hiburan milik masyarakat, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), gedung olah raga, museum, semuanya tutup.

Kemudian, terkait dengan kegiatan sosial budaya juga sama kita akan membatasi itu, pernikahan tidak dilarang tetapi dilakukan di kantor urusan agama, kemudian resepsi ditiadakan. Begitu juga dengan kegiatan kegiatan perayaan lain seperti kegiayan ritual khitan tapi perataannya ditiadakan.

Jakarta adalah kota pusat kegiatan perekonomian di Indonesia. Karena itu di dalam mengatur ini kami membagi ada 3 sektor utama, satu adalah pemerintahan. Pemerintahan terus menjalankan fungsinya. Pemprov DKI, Kepolisian, maupun TNI semua tetap berjalan seperti biasa. Yang bisabekerja dari rumah, diatur oleh atasannya untuk bekerja dari rumah. Tapi pelayanan jalan terus. Karena itu tidak ada yang tutup.

Kemudian untuk dunia usaha kita akan mengatur bahwa kegiatan perkantoran dihentikan kecuali beberapa sektor. Ada 8 pengecualian, (yaitu):
1. sektor kesehatan;
2. sektor pangan, makanan dan minuman; 
3. Sektor energi, sepeti air, listrik gas, pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.
4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.
5.  Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.
6. Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.
7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan,
8. Sektor industri strategis yang ada dikawasan ibu kota

Jadi semua kegiatan yang lain akan dianjurkan untuk bekerja dari rumah dan 8 sektor ini, sektor kesehatan misalnya itu diizinkan untuk tetap berkegiayan dan ini bukan saja rumah sakit atau klinik; ini termasuk industri kesehatan. Seperti misalnya usaha memproduksi sabun, disinfektan, itu sangat relevan dgn situasi sekarang, jadi tidk berhenti.

Begitu juga dengan kegiatan organisasi sosial yang terkait dengan penangannan wabah covid-19 bisa terus berkegiatan seperti biasa. Misalnya lembaga lembaga pengelola zakat, lembaga pengelola bantuan sosial,  atau NGO di bidang kesehatan dan yang terkait dengan penanganan covid itu bisa berkegiatan.

Bagi sektor sektor tadi dikecualikan mereka semua harus melaksanakan kegiatan dengan mengikuti protap penanganan covid 19. Artinya ada physical distancing, mengharuskan penggunaan masker, kemudian mengharuskan untuk ada fasilitas cuci tangan yang mudah dan rutin. Jadi protap itu dilakukan.

Lalu terkait dengan transportasi umum di Jakarta akan dibatasi jumlah penumpang perkendaraan umum, dibatasi jam operasi menjadi jam 6 pagi hingga jam 6 sore ini berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta.

Kemudian yang terkait dengan tanggung jawab, Pemprov DKI Jakarta nanti bersama juga dengan Pemerintah Pusat akan menyiapkan bantuan sosial kepada warga miskin dan rentan yang terdampak atas pelaksanaan PSBB ini, dan terdampak atas kondisi perekonomian yang turun akibat wabah Covid-19.

Jaid kami di pemprov DKI ini bersama dengan jajaran TNI dan Kepolosian, insya Allah, mulai hari kamis yang akan datang, lusa akan milai memfasilitasi distribusi sembako kepada masyarakat di kawasan kawasan padat dam masyarakat yang memiliki kebutuhan. Jadi masyarakat miskin dan renatn miskin itu semua nanti kita akan distribusikan insyaAllah mulai hari Kamis yang akan datang.

Jadi dengan begitu, kita berharap kebutuhan masyarakat yang miskin dan rentan miskin nanti kita akan bisa bantu.

Di sisi lain, kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk mentaati ketentuan ketentuan ini. Kita perlu memjaga sama-sama bahwa keselamatan seluruh warga akan sangat terganti pada kedisiplinan kita dalam melaksanaan pengurangan interaksi ini. Jadi penting sekali bagi semua untuk menaati.

Dan kami di pemprov dki dengan seluruh jahmjaran BUMD khususnya yang terkait dengan kebutuhan kebutuhan masyarakat menyiapkam juga fasilitas lewat pasar jaya untuk belanja melakui jarak jauh. dan ini sudah berjalan selama beberapa minggu di 105 pasar di seluruh jakarta.

Jadi kami berharap semua komponen masrakat nantinya mentaati ketentuan, yang kedua kami akan ikut bantu bagi masyarakat miskin dan rentan miskin.

Nah peraturannya sendiri insya Allah akan dikeluarkan secara resmi. Sekarang masih dalam proses finalisasi, mudah-mudahan besok peraturannya akan keluar secara resmi. Tapi garis besar isinya adalah apa yang tadi kami sampaikan. Bahwa semua kegiatan dilakukan di rumah kecuali 8 sektor yang tadi disebutkan. Jadi 8 sektor itu yang kami izinkan untuk tetap berkegiatan.

Ada satu catatan penting yang perlu diketahui semua. Bahwa pada saat PSBB ini dilaksanakan maka tidak diizinkan ada kerumunan di atas 5 orang di seluruh jakarta. Kegiatan kegiatan di luar ruangan maksimal 5 orang. Di atas 5 orang tidak di izinkan. Dan kami akan mengambil tindakan tegas. Jajaran  Pemprov, kepolisian, dan TNI akan melakukan kegiatan penertiban dan juga memastikan bahwa seluruh ketentuan PSBB diikuti oleh seluruh masyarakat. Jadi kegiatan patroli akan ditingkatkan.

Dan kami berharap untuk seluruh masyarakat untuk menaati. Ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa tapi untuk kepentingan kita semua. Kalau kita menaati insya Allah penyebaran virus Covid bisa kendalikan. 

Pemerintah dalam hal ini pemprov bersama TNI dan polisi akan melakukan semua langkah dengan tegas. Kita tidak akan melakukan pembiaran dan kita tidak akan membiarkan kegiatan berjalan yang bila itu berpotensi terjadi penularan.

Ini perlu saya garis bawahi karena kepentingan kita semua adalah mengendalikan penyebaran Covid ini. Saya berharap seluruh komponen masyarakat memahami dengan baik dan menaati dengan sebaik-baiknya.

Demikian tadi hasil pembicaraan dari Gugus tugas DKI Jakarta dan kita berharap mulai hari Jumat masyarakat menaati dan kita akan menyosialisasikan 2 hari ke depan. Hari Rabu dan Kamis, kita akan sosialisasi secara masif seluruh aturannya secara detail dan harapannya nanti hari jumat kita sudah bisa laksanakan sama-sama. (*)

Editor: Domu D. Ambarita
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved