Rabu, 20 Mei 2026

Tingkat Stres Lebih Besar Saat Belajar di Rumah

Belajar di rumah secara daring ternyata lebih berat bagi guru maupun siswa, karena semuanya belum siap dengan metode pembelajaran ini.

Tayang:
Penulis: |
Warta Kota/Alex Suban
Seorang anak serius mengerjakan tugas-tugas sekolah di masa sekolah dari rumah. 

Belum lagi masalah koneksi internet atau alat komunikasi berteknologi canggih, yang belum tentu dimiliki murid atau guru.

Para guru yang sudah tua dan minim pengalaman akan teknologi juga akan dilanda kerepotan.

Masa belajar dari rumah adalah peluang orangtua mengenal teknologi digital lebih baik lagi.
Masa belajar dari rumah adalah peluang orangtua mengenal teknologi digital lebih baik lagi. (Warta Kota/Alex Suban)

Beruntung

Kendati bisa dibilang belum efektif, melakukan metode pembelajaran secara online harus terus dilakukan, agar pada saat masuk sekolah nanti murid tak ketinggalan materi pelajaran.

Rosdiana berpendapat bahwa para murid dan guru zaman sekarang setidaknya lebih beruntung hidup di era digital ini.

Meskipun belum sempurna, namun bisa dipelajari lagi untuk mendapatkan cara belajar daring yang tepat.

Kecanggihan teknologi saat ini dapat membantu para pengajar dan pelajar untuk mendapatkan dan memberikan informasi.

"Jika ini terjadi di zaman saya muda, mungkin saya dan para guru tak dapat berkomunikasi sama sekali. Kini sudah canggih, pakai ponselpun bisa untuk mengerjakan tugas atau browsing materi," kata psikolog anak dan perempuan itu.

Peran orang tua
Untuk situasi seperti sekarang, peran orangtua sangat penting, yakni mengendalikan dan mengawasi anak dalam menggunakan internet, serta mengerjakan tugas sekolahnya.

"Orangtua jangan hanya sekedar memfasilitasi anak dengan media atau jaringan internet. Orangtua harus memberikan support dan perhatian lebih," kata Rosdiana menyarankan.

Peran orangtua sangat besar dalam kelancaran dan keefektifan belajar dari rumah.
Peran orangtua sangat besar dalam kelancaran dan keefektifan belajar dari rumah. (Warta Kota/Alex Suban)

Sifat anak yang mudah berubah suasana hatinya harus diberikan rangsangan berupa semangat. Bisa dalam bentuk memberikan hiburan sesuai hobi, dan juga mengingatkan akan waktu belajar.

Suasana rumah yang dibuat lebih menyenangkan akan menstimulasi anak untuk belajar di rumah.

"Jika anak masih sulit menemukan mood untuk belajar dan ingin keluar rumah, para orangtua wajib memberikan pemahaman yang sederhana pada anak soal keadaan saat ini sedang tidak baik di luar. Pilihlah kata-kata yang paling sederhana namun tidak menakut-nakuti agar anak paham bahwa yang sedang mereka lakukan adalah hal yang baik," tandas Rosdiana. (m25)

Murid Tetap Terpantau Meski Belajar di Rumah

Peran Besar Orangtua Di Masa Anak Belajar di Rumah

Ada Pandemi Virus Corona, Kodomo Challenge Luncurkan Website Untuk Anak Usia Dini Belajar di Rumah

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved