Kamis, 9 April 2026

Advertorial

Murid Tetap Terpantau Meski Belajar di Rumah

Bukan hanya siswa saja yang dipantau. Para guru juga dipantau keaktifannya selama proses belajar jarak jauh berlangsung.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota
Christabel, siswa SDK Penabur, Duren Sawit, mengerjakan tugas sekolah di rumahnya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020). Ia menggunakan situs Google Classroom untuk menerima pelajaran dari gurunya yang juga mengajar dari rumah saat terjadinya wabah Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Sudah  dua pekan ini, seluruh murid sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas atau sederajat belajar di rumah, sehubungan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). 

Kondisi ini pada tahap awal cukup menyulitkan karena faktor belum terbiasanya kegiatan belajar mengajar dilakukan jarak jauh, baik oleh murid maupun guru.

Faktor-faktor penyebabnya antara lain, tingkat pemahaman aplikasi yang menunjang belajar jarak jauh atau secara online, kekuatan jaringan, dan kemampuan finansial orangtua untuk membiayai kuota jaringan internet yang tidak merata.

Meski begitu, kesulitan utama yakni penguasaan aplikasi penunjang kegiatan belajar mengajar perlahan mulai diatasi. Muhammad Raka, siswa SMK Kebon Jeruk di Jakarta Barat, misalnya, mengaku selama ini tidak ada masalah dengan sistem belajar jarak jauh.

“Hampir setiap mata pelajaran setiap harinya ada tugas. Untuk deadline pengerjaannya seminggu. Biasa berdua mengerjakan bersama teman," ucap kata Raka, Rabu (1/4).

Dalam sistem belajar ini, Raka hanya bermodalkan smartphone dan jaringan internet. 

Christabel, siswa SDK Penabur, Duren Sawit, mengerjakan tugas sekolah di rumahnya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020). Ia menggunakan situs Google Classroom untuk menerima pelajaran dari gurunya yang juga mengajar dari rumah saat terjadinya wabah Covid-19.
Christabel, siswa SDK Penabur, Duren Sawit, mengerjakan tugas sekolah di rumahnya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020). Ia menggunakan situs Google Classroom untuk menerima pelajaran dari gurunya yang juga mengajar dari rumah saat terjadinya wabah Covid-19. (Warta Kota)

Sabrina Waworuntu, siswa SMAN 28 Jakarta mengaku belajar secara online di rumah baginya sangat menyenangkan. Ia jadi lebih fokus saat mengerjakan tugas. Selain itu ia juga jadi lebih mudah akses konten materi apapun dari internet sebagai panduan.

"Aku sih ya nyaman-nyaman aja yah. Belajar kaya gini masuk aja sih buat aku. Malah bisa bebas buka materi dari internet selain dari buku LKS. Cuma harus aku akui sih jenuh natap layar atau buka grup belajar setiap hari. Untung guru aku orangnya asik jadi yak engga bikin jenuh. Justru aku kangen latihan basket sama temen di sekolah, " tandas murid kelas satu jurus perhotelan SMK 57 Jakarta itu. 

Kesulitan belajar secara online di awal-awal juga diakui Alvi Luviani Rahayu, guru desain grafis di SMK Plus Pelita di Cibinong, Bogor. Namun, kini dirinya mengaku sudah mulai terbiasa.

Untuk membangun semangat para murid selama proses pembelajaran, guru yang sudah dua tahun mengajar ini membuat games bagi para murid di sela-sela pelajaran.  Lalu setelah itu diberikan soal-soal atau praktik.

"Kita juga buat grup chat. Jadi semua murid bisa nanya apa aja di sana. Saya juga sisipkan dengan beberapa kalimat humor pemberi semangat agar mereka tidak tegang. Namun saya tekankan agar kepada para murid meskipun belajar online ini tetap saja seperti belajar di sekolah. Medianya saja yang berbeda," tandas Alvi. 

Hal senada disampaikan Hesty Helyantie, guru administrasi umum di SMK Humanika di Cisarua, Bogor. Menurut wanita berkerudung itu, proses mengajar yang akan dilakukan dirinya sudah ada jadwalnya. “Nanti tinggal stand by depan gadget masing-masing," kata Hesty kepada Warta Kota. 

Meskipun sistem belajar digunakan secara online, absensi tetap diberlakukan oleh Hesty mengikuti aturan sekolah. Bila tidak ada murid yang memberikan tugas atau tidak ada kabar saat proses belajar online akan dianggap alfa.  

Tim Pemantau

Para murid SMAN 78 di Jakarta Barat juga mulai terbiasa dengan sistem belajar online. Bahkan, pihak sekolah memiliki tim pemantau khusus untuk melihat keaktifan guru dan siswa.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved