Info Pelayanan SIM

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Polisi Tutup Pelayanan SIM di Seluruh Indonesia

Kebijakan menutup pelayanan SIM itu diambil sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Gedung baru Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) Polres Metro Bekasi yang berlokasi di Kompleks Pemkab Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, resmi beroperasi, pada Kamis (22/8/2019). 

"Dan kita berharap ditaati oleh dunia usaha, karena bagaimanapun juga langkah yang kita lakukan hanya bisa efektif bila kita serempak melakukannya,” tambahnya.

 20 Warga DKI Meninggal Akibat Virus Corona, Anies Baswedan: Tetap di Rumah Sikap Bertanggung Jawab

Anies Baswedan berharap agar dunia usaha dapat menaati seruan tersebut.

Sementara, Satgas di Pemprov DKI Jakarta terus bekerja untuk memastikan dapat mencegah dan mempercepat penanganan virus sehingga potensi penularan dapat ditekan.

“Ini sifatnya imbauan dan kami mengundang kepada semua, ada pun ini adalah tanggung jawab moral bersama,” jelasnya.

 MUI Bantah Keluarkan Fatwa Salat Jumat Boleh Dilakukan di Rumah, yang Benar Digantikan Salat Zuhur

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan prihatin terhadap wabah virus corona (Covid-19) yang menyerang Indonesia, terutama warga DKI Jakarta.

Bahkan, DKI Jakarta disebut sebagai epicenter kasus corona di Tanah Air, dengan angka positif mencapai 224 orang dan kematian mencapai 20 orang.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga Jakarta, angka kematian 20 orang yang hari ini diumumkan adalah angka yang sangat banyak."

 224 Warga Jakarta Terinfeksi Virus Corona, 13 Orang Sembuh, 20 Meninggal

"Kita harus menghindari angka ini meningkat bukan semata-mata dengan meningkatkan fasilitas kesehatan, tapi dengan menghentikan penularan,” katanya di Balai Kota DKI, Jumat (13/3/2020) petang.

Anies Baswedan mengatakan, masyarakat harus memiliki sikap dan rasa bertanggung jawab terhadap potensi penyebaran virus ini.

Salah satu upayanya adalah social distancing measure atau membatasi interaksi antar-masyarakat yang memicu penyebaran corona.

 Tak Diajak Bicara Ketua DPRD Soal Penundaan Pemilihan Wagub DKI, Panitia Merasa Tak Dihargai

“Sikap bertanggung jawab hari ini adalah dengan memilih ada di rumah, memilih dengan tidak berkegiatan di luar rumah."

"Kita melindungi diri kita, melindungi orang lain, dan merupakan sikap yang bertanggung jawab.”

“Sementara, menganggap ini enteng dan tetap berkegiatan di luar meskipun posisinya sehat, maka itu berpotensi menularkan kepada yang lain,” tuturnya.

 Anies Baswedan Tetapkan Jakarta Berstatus Tanggap Darurat Bencana Virus Corona Selama Dua Minggu

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyebut jumlah kematian warganya akibat wabah virus corona (Covid-19) mencapai 20 orang.

Kasus ini mencuat sejak pasien positif corona terungkap pada Senin (2/3/2020) lalu.

Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, pasien yang dinyatakan positif mencapai 224 orang, dinyatakan sembuh 13 orang, dan yang meninggal ada 20 orang.

 Virus Corona Bikin Jakarta Bakal Batasi Operasional Tempat Hiburan Malam dan Griya Pijat

“Angka ini tercatat sampai Hari Jumat (23/3/2020) pukul 17.00,” kata Catur di Balai Kota DKI, Jumat (23/3/2020) petang.

Catur mencatat, jumlah masyarakat yang mengakses layanan telepon di nomor 112/119 mencapai 9.646 orang.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) adalah 1.020 orang.

 BREAKING NEWS: Ketua DPRD Tunda Pemilihan Wagub DKI Jakarta Akibat Virus Corona

“Sebanyak 670 masih dipantau dan 350 selesai dipantau, artinya sudah sehat,” ujar Catur.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 447 orang.

Rinciannya, 196 masih dirawat dan 251 sudah diperbolehkan pulang karena dinyatakan sehat.

 Anggota dan Tahanan Polda Metro Jaya Dipastikan Bebas Virus Corona, Tak Ada yang Libur

Catur meminta masyarakat untuk menerapkan jaga jarak atau social distancing demi menekan potensi penularan virus corona.

Bagi masyarakat yang merasakan gejala corona seperti demam, batuk dan flu, agar melapor kepada petugas.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan status Jakarta sebagai tanggap darurat bencana wabah virus corona (Covid-19).

 Menkumham Tak Bisa Bayangkan Penghuni Lapas yang Kelebihan Kapasitas Terinfeksi Virus Corona

Hal itu dikatakan Anies Baswedan saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020) petang.

“Kita menetapkan bahwa Jakarta sebagai tanggap darurat bencana wabah Covid-19."

 Virus Corona Bikin Jakarta Bakal Batasi Operasional Tempat Hiburan Malam dan Griya Pijat

"Ini ditetapkan untuk masa waktu 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan dengan kondisi,” kata Anies Baswedan.

Menurut Anies Baswedan, keputusan ini diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan instansi lain.

Di antaranya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono, dan Ketua Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

 BREAKING NEWS: Ketua DPRD Tunda Pemilihan Wagub DKI Jakarta Akibat Virus Corona

Keputusan ini diambil karena kasus positif Covid-19 di Ibu Kota terus bertambah.

Hingga Jumat (20/3/2020), kasus positif di Jakarta ada 215 orang, dengan angka kematian mencapai 18 orang.

“Hari ini situasi yang dihadapi di Jakarta sangat berbeda dengan dua pekan lalu ataupun pekan lalu."

 Anggota dan Tahanan Polda Metro Jaya Dipastikan Bebas Virus Corona, Tak Ada yang Libur

"Jumlah yang wafat tadi disampaikan cukup banyak dan kita semua berduka."

"Kemudian jumlah kasus itu tadi disampaikan angkanya cukup tinggi,” jelasnya.

Dengan ditetapkannya status Jakarta sebagai tanggap darurat bencana wabah Covid-19, kata dia, seluruh komponen Pemprov DKI Jakarta bersama Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya akan bekerja lebih erat.

 Menkumham Tak Bisa Bayangkan Penghuni Lapas yang Kelebihan Kapasitas Terinfeksi Virus Corona

Dia mengaku, membutuhkan dukungan dan kerja sama dari masyarakat untuk mengendalikan wabah corona ini

“Untuk bisa mengendalikan, dikampanyekan oleh semua pihak secara disiplin yaitu menjaga jarak aman (social distancing)."

"Ini mutlak harus dilakukan semua, bila sebagian tidak melaksanakan ini maka efektivitasnya menurun dan potensi penyebarannya terus meningkat,” papar Anies Baswedan. (*)

Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved