Nilai Rupiah

UPDATE: Hari Ini Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 16.000 per Dollar AS, Level Terburuk Sejak 1998

Melansir Kontan.co.id, pelemahan rupiah terjadi karena tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara Asia

UPDATE: Hari Ini Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 16.000 per Dollar AS, Level Terburuk Sejak 1998
thinkstockphotos
Ilustrasi. Pelemahan rupiah kembali terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal maupun internal. 

Penyebaran virus corona atau Covid-19 terus meluas di Indonesia, menyebabkan banyak sektor ekonomi terimbas. Termasuk berdampak pada mata uang Rupiah kian melemah.

 Melansir Bloomberg, Rupiah Indonesia turun ke level terlemah yakni Rp 16.000 per dollar AS hingga pada  Kamis (19/3/2020) saat ini. 

Level ini adalah yang tertinggi sejak 15 Juli 1998 silam.

Hal ini karena aksi jual obligasi dan saham di Indonesia ada sedikit tanda mereda karena pandemi virus corona yang memburuk.

Mengenal Seni Rupa Indonesia dari Masa Prasejarah Hingga Sekarang

Brummm, Nikita Mirzani Geber Moge BMW R 90 1100 cc Saat Hadiri Sidang Sebagai Terdakwa Kasus KDRT

Rupiah merosot sebanyak 1,5 persen menjadi Rp 15.160 per dollar AS pada hari Selasa, angka terendah sejak November 2018.

Hal ini mengimbas pada hasil obligasi 10 tahun naik 17 basis poin, sementara indeks saham negara anjlok lebih dari 5 persen, yang memicu penghentian perdagangan untuk ketiga kalinya dalam seminggu.

 "Untuk IDR, sangat sulit untuk memanggil bottom sekarang."

"Dan akan turun dua kali lipat jika Indonesia melakukan penutupan total," kata Mingze Wu, seorang pedagang valuta asing di INTL FCStone di Singapura yang dikutip dari Bloomberg.

Presiden Soekarno Gagal Ditembak Mati Saat Salat Ied, Bayangannya Berpindah-pindah, Penembak Bingung

Polisi Bongkar Sindikat Jual-Beli Senpi Ilegal, Terungkap Setelah Salah Satu Pelaku Umbar Tembakan

Sementara itu, melansir Kontan.co.id, pelemahan rupiah terjadi karena tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara Asia Tenggara.

"Pergerakan mata uang di negara yang memiliki risiko penularan virus corona meningkat seperti Indonesia, mungkin masih melihat pergerakan mata uang volatil untuk sementara," kara Yanxi Tan, ahli strategi Valasi di Malayan Banking Bhd.

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved