Breaking News:

Demam Berdarah

265 Warga Jakarta Timur Kena DBD, Tak Ada yang Meninggal Dunia

KEPALA Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan, pihaknya mencatat ada 265 warga yang menderita penyakit demam berdarah dengue (DB

Kompas.com
Ilustrasi nyamuk DBD. 

"Di tahun 2019 ada 199 kasus, tahun 2020 ada sekitar 109 kasus," ujarnya.

 Divonis Lepas oleh MA, Karen Agustiawan Langsung Ingin Kelonan dengan Suaminya

Dari sejumlah kasus DBD yang ada di Kota Bekasi, Tanti menyebut yang meninggal hingga kini belum ada.

"Tahun 2020 ini belum ada, tahun lalu ada satu orang," ucapnya.

Dinkes Kota Bekasi terus melakukan upaya untuk menekan jumlah kasus DBD, pihaknya menyosialisasikan ke warga maupun beberapa pihak terkait.

 Kejagung Masih Tempuh Upaya Hukum Atas Vonis Lepas Karen Agustiawan, Mahfud MD Bilang Sudah Inkrah

Sosialisasi itu berisi kewajiban melakukan pemantauan jentik nyamuk dan pemberantasannya.

"Kami juga tiap kelurahan ada tim jumantik (juru pemantau jentik)."

"Kader atau tim berkeliling ke rumah-rumah dan lokasi rawan yang menjadi tempat nyamuk," beber dia.

 Meski Tak Jabat Ketua Dewan Kehormatan Lagi, Zulkifli Hasan Sebut Amien Rais Selalu Spesial di PAN

Tanti menambahkan, pihaknya juga ada program satu rumah satu jumantik.

Bahkan, pemilik rumah diwajibkan menjadi tim jumantik bagi rumahnya sendiri.

Dinkes juga berkoordinasi dengan Pukesmas agar wilayahnya gencar melakukan gotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing.

 DAFTAR Pejabat Dunia yang Terjangkit Virus Corona, Menteri Kesehatan pun Kena

"Kami juga imbau agar masyarakat rutin melakukan 4M, menutup, menguras, mengurus, dan memantau."

"Karena semua ini kembali lagi ke masyarakatnya dalam berperilaku sehat," paparnya.

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 51 warga terkena demam berdarah dengue (DBD) selama Januari-Februari 2020.

 Komisi IX DPR Ingatkan Pemerintah: Jangan Terlena Virus Corona, DBD Sudah KLB!

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Irfan Maulana mengatakan, 51 penderita DBD terdiri dari Januari mencapai 30 orang, sedangkan pada Februari mencapai 21 orang.

Ia menyebut angka ini menurun dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

"Tren menurun dibandingkan periode sebelumnya," kata Irfan, Rabu (11/3/2020).

 Korupsi di Jiwasraya Rugikan Negara 16,81 Triliun, Jaksa Agung: Siapapun Terlibat Saya Perkarakan

Irfan mengungkapkan, pada Januari 2020 ada 85 kasus, kemudian pada Februari mencapai 153 kasus.

Untuk keseluruhan pada tahun 2019 kasus DBD di Kabupaten Bekasi mencapai 512.

"Maka dari itu dilihat secara data angkanya menurun," jelas dia.

 7 dari 13 Pasien Baru Tertular Virus Corona Setelah Pulang dari Luar Negeri, Ada Suami Istri

Adapun faktornya, Irfan menambahkan karena peralihan musim dari panas ke hujan.

Untuk pencegahan, kata dia, intansinya memaksimalkan peran satu rumah untuk satu jumantik.

Ia juga meminta warga peran serta dalam memantau dan memberantas jentik nyamuk.

 MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Mahfud MD: Ya Kita Ikuti Saja

"Tugasnya mendeteksi jentik nyamuk aedes aegypti."

"Lakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), kegiatan ini harus digiatkan kembali," paparnya. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved