Destinasi Museum

Melihat dari Dekat Tandu Jenderal Sudirman, Teman Bergerilya Menghadapi Agresi Belanda

Pada saat menjalankan siasat perang gerilnya, kondisi kesehatan sang Jenderal sedang lemah. Dia tetap memimpin pasukannya meskipun harus ditandu

Melihat dari Dekat Tandu Jenderal Sudirman, Teman Bergerilya Menghadapi Agresi Belanda
Warta Kota/Feryanto Hadi
Pada saat menjalankan siasat perang gerilnya, kondisi kesehatan sang Jenderal sedang lemah. Meski demikian, dia tetap memimpin pasukannya untuk terus berperang secara bergerilya, dan dia pun akhirnya ditandu. Sampai akhirnya Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 desember 1949 

Halaman Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan itu cukup luas, terdiri dari area taman dan area parkir yang mampu menampung banyak kendaraan.

Tepat di depan bangunan museum, hamparan rerumputan hijau membuat pemandangan menjadi cukup segar.

Di tengah-tengah area taman itu, nampak dua buah meriam dengan jenis sama, yakni Meriam 25 PDR/88m. Kedua meriam ini dipajang terpisah, pada sisi sebelah kanan dan kiri jalan menuju ke pintu masuk museum.

Tempat-tempat Legendaris di Jakarta yang Kini Berganti Wajah, Ada Sunda Kelapa Hingga Harco Glodok

Seramnya Lonceng Kematian dan Penjara Bawah Tanah di Gedung Bekas Balaikota Belanda di Jakarta

Kedua meriam ini, pernah digunakan oleh TNI untuk melawan Belanda di daerah Aceh Timur pada 1946, menumpas pemberontakan Andi Aziz di Sulawesi Selatan dan menumpas RMS di Maluku pada 1950 dan digunakan dalam banyak aksi-aksi lain, hingga akhirnya pada 1972 diabadikan di Museum ABRI Satria Mandala.

Melewati area taman yang memajang dua meriam tersebut, kita akan langsung sampai di lobi gedung museum.

Di tempat ini, biasanya ada beberapa pegawai dengan busana seragam mereka. Nah, dari sini kita akan mulai membedah koleksi yang ada di dalam rungan Museum Satria Mandala.

Museum Satria Mandala, menjadi gambaran sejarah perjuangan TNI secara visual

Dari berbagai keterangan yang Warta Kota dapatkan saat berkunjung ke museum itu belum lama ini, kata Satria Mandala berasal dari bahasa sansekerta yang berarti lingkungan keramat para ksatria.

Museum yang diresmikan pada tahun 1972 oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto ini awalnya adalah rumah dari salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu istrinya yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno.

Ide pembuatan museum ini muncul dari pemimpin TNI pada masa itu, guna menjaga dan melestarikan nilai-nilai juang 1945.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved