Destinasi

Tempat-tempat Legendaris di Jakarta yang Kini Berganti Wajah, Ada Sunda Kelapa Hingga Harco Glodok

Semenjak kedatangan VOC pada awal abad 16, kota ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Feryanto Hadi
Kapal pengangkut barang di Pelabuhan Sunda Kepala, Jakarta Utara, Selasa (18/6/2014). 

Dulu Jakarta dikenal dengan sebutan Batavia ketika orang-orang Belanda masuk sebagai pedagang melalui perusahaan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

Orang-orang VOC itu, datang melalui pelabuhan Sunda Kelapa. Sebelum itu, orang-orang dulu menyebut sebagai Jayakarta.

Semenjak kedatangan VOC pada awal abad 16, kota ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat, yang sebelumnya hanya rawa-rawa kemudian menjadi kota megapolitan seperti sekarang ini.

Jakarta, atau Batavia saat itu, dipandang VOC sebagai tempat strategis untuk mendukung bisnis perdagangan serta mengendalikan aktifitas politik dan militer mereka di Nusantara.

Seramnya Lonceng Kematian dan Penjara Bawah Tanah di Gedung Bekas Balaikota Belanda di Jakarta

Menikmati Keheningan Ala Soe Hok Gie di Lembah Mandalawangi

Sunda Kelapa

Kapal pengangkut barang di Pelabuhan Sunda Kepala, Jakarta Utara, Selasa (18/6/2014).
Kapal pengangkut barang di Pelabuhan Sunda Kepala, Jakarta Utara, Selasa (18/6/2014). (Wartakotalive.com/Feryanto Hadi)

Kawasan ini bisa dibilang menjadi tonggak awal pembangunan Jakarta. Awalnya, pelabuhan Sunda Kelapa menjadi daerah kekuasaan dan menjadi titik perdagangan penting Kerajaan Pakuan (Bogor), sebelum akhirnya direbut pasukan pimpinan Fatahillah. Sejak kedatangan VOC, pembangunan infrastruktur di sana mulai dilakukan.

VOC, khususnya pada masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen (JP Coen), membangun kawasan ini begitu masif.

Kemolekan Curug Ciporolak Yang Tersembunyi di Hutan Belantara

Merasakan Embusan Angin Segar di Curug Genting

Diawali pembuatan gudang rempah pascakedatangan VOC pada 1610, pembangunan berlanjut hingga ke sisi selatan atau kawasan Kota Tua yang kita kenal sekarang ini.

Hingga saat ini, bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Sunda Kelapa masih berdiri kokoh seperti Museum Bahari yang pernah menjadi gudang rempah (1652-1778), tembok Kota Batavia (1645-1808), Menara Syahbandar (1839), Gedung Galangan Kapal (1722-1731), Jembatan Gantung (1655) dan beberapa peninggalan lain.

Sedangkan Pelabuhan Sunda Kelapa sampai saat ini juga masih aktif beroperasi, bahkan telah dilakukan banyak perubahan dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit.

Pada 1977, Gubernur Jakarta Ali Sadikin menetapkan kawasan itu sebagai kilometer kosong karena dari sana lah pembangunan Jakarta dimulai. Penentuan itu ditandai penandatanganan Prasasti Tugu di Menara Syahbandar.

Mengintip Laboratorium Alam di Gunung Batur

Sudah Operasi Kelamin Jadi Wanita, Gebby Vesta Shalat Pakai Sarung, Ingin Dimakamkan Sebagai Pria

Cuma Fans Tapi Posesif, Jengkel DM Tak Dibalas, Alasan Pria Ini Ancam Perkosa Aktris Syifa Hadju

Pasar Baru

Pesatnya laju pembangunan di Jakarta jadi saksi.
Pesatnya laju pembangunan di Jakarta jadi saksi. (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Makin banyaknya komunitas masyarakat di Batavia mendorong orang-orang Belanda mendirikan pusat perdagangan, dalam hal ini pasar.

Setelah dibangun Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen pada 1733, keberadaan pusat perbelanjaan Passer Baroe (Pasar Baru) yang dibangun pada 1820 menjadi sebuah fenomena baru.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved