Sabtu, 25 April 2026

Virus Corona

Masker Jadi Sulit dan Mahal Usai Virus Corona, Ini Hasil Penelitian KPPU

Masker Jadi Sulit dan Mahal Usai Virus Corona, Ini Hasil Penelitian KPPU. Dan simak cara membuat masker sendiri dan hand sanitizer.

Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Anggota KPPU Guntur S Saragih saat ditemui awak media di Medan. 

"KPPU belum menemukan adanya pelaku usaha besar yang menjadi sumber kenaikan harga masker di pasaran. Dari struktur, saat ini terdapat banyak pelaku usaha di pasar masker Indonesia. Tercatat ada 28 perusahaan produsen masker yang terdaftar melalui izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, 55 perusahaan distributor masker, dan 22 perusahaan importir masker," ucap 
Guntur.

Dikatakannya, dari penelitian juga ditemukan bahwa belum ada pelaku usaha besar yang melanggar aturan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di pasar.

Sebut Pasien Positif Virus Corona Stres, Wali Kota Depok: Warga Harus Waspada tapi Jangan Panik

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi pengumuman yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 bahwa di Indonesia telah ditemukan suspect pasien yang terinfeksi COVID-19.

"Kepanikan ini membuat meningkatnya daya beli di pasaran dan meningkatkan kebutuhan secara mendadak, sehingga sangat rentan dimanfaatkan oleh pasar untuk menaikkan harga," ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat teredukasi dengan baik dan bertindak cerdas dalam bertransaksi.

Selain itu, ia juga mengapresiasi pelaku usaha yang tidak melakukan peningkatan harga dan memanfaatkan situasi yang tengah terjadi saat ini.

Cara Membuat Masker Sendiri dengan Bahan Rumahan

Sementara itu, kini ada cara membuat masker sendiri.

 Sekolah Internasional di Pasar Minggu Libur Dua Pekan Antisipasi Virus Corona, Ini Penjelasan Disdik

Dilansir dari South China Morning Post, ilmuwan dari Hong Kong, Profesor Alvin Lai, dr. Joe Fan, dan dr. Iris Li menemukan cara mudah dan murah untuk membuat masker sendiri di rumah.

Profesor Yuen Kwok-yung, ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong mendukung penggunaan masker ini.

Joe Fan King-man, asisten kepala eksekutif rumah sakit Universitas Hong Kong, mengatakan masker buatan rumah telah menjalani tes laboratorium.

Hasilnya terbukti mencapai 80 hingga 90 persen fungsi masker bedah reguler dalam hal penyaringan aerosol dan tetesan.

Meskipun demikian, masker ini tidak bisa berfungsi permanen.

" Masker buatan sendiri hanya bisa sebagai alternatif bagi mereka yang tidak memiliki peralatan tetapi perlu melindungi diri dari infeksi," kata Fan.

 Antisipasi Virus Corona, The Jakmania Siap Patuhi Tidak Saksikan Laga Persija Vs Persebaya

Ini cara membedakan antara Virus Corona dengan Flu serta influenza
Ini cara membedakan antara Virus Corona dengan Flu serta influenza (Kolase foto Wartakotalive)

Untuk membuatnya, Anda memerlukan bahan-bahan berikut ini:

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved