Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona

Masker Jadi Sulit dan Mahal Usai Virus Corona, Ini Hasil Penelitian KPPU

Masker Jadi Sulit dan Mahal Usai Virus Corona, Ini Hasil Penelitian KPPU. Dan simak cara membuat masker sendiri dan hand sanitizer.

Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Anggota KPPU Guntur S Saragih saat ditemui awak media di Medan. 

MASYARAKAT kesulitan memperoleh masker usai ramai isu virus corona. 

Kalaupun ditemukan, harganya menjadi sangat mahal. 

Apa yang terjadi dengan masker?

Masuknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, turut menjadi perhatian serius Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Akibat Virus Corona, PT LIB Resmi Tunda Laga Persija Jakarta Vs Persebaya Surabaya

Kondisi ini diharapkan tidak menimbulkan kepanikan dan diharapkan pula tidak ada aksi penimbunan masker.

Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Medan, Ramli Simanjuntak mengatakan pihaknya memantau harga masker dengan mengecek ke pasar toko toko modern, apotek, dan toko obat.

"Kami pantau terus harga masker, kepada penjual jangan mempermainkan dan menahan pasokan untuk mempermainkan harga, karena masker ini sangat dibutuhkan masyarakat. Bagi masyarakat tidak usah panik, beli masker secukupnya saja," ucap Ramli di Medan, Rabu (4/3/2020).

KPPU belum menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam perdagangan masker di pasaran.

Hal itu terkait temuan sementara penelitian inisiatif yang dilakukan KPPU dalam menyikapi kenaikan dan kelangkaan harga masker di pasaran sejak awal Februari 2020 hingga 2 Maret 2020.

Penelitian tersebut memang menunjukkan kenaikan harga masker terutama jenis 3 ply mask dan N95 mask yang sangat signifikan. Namun saat ini, kenaikan masih dipacu oleh merebaknya Novel Coronavirus (COVID-19) di seluruh dunia.

VIDEO : RSUP Persahabatan Pulogadung Rawat 10 Pasien Dalam Pengawasan Gejala Virus Corona

Hasil penelitian tersebut disampaikan di Forum Jurnalis terkait Temuan Sementara Penelitian KPPU atas Kelangkaan Masker di Pasaran oleh Anggota KPPU Guntur S Saragih dan Direktur Ekonomi KPPU, M Zulfirmansyah.

Kata Guntur, KPPU melihat adanya kenaikan harga yang signifikan dari harga normal.

KPPU juga melihat ada peningkatan demand yang tinggi di pasar yang tidak diiringi dengan peningkatan supply dari produsen.

Di mana jumlah produksi antarprodusen tidak sama. KPPU telah melakukan konsolidasi data dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, di mana pembuktian memperlihatkan berkurangnya stok masker dan tingginya demand.

Penelitian tersebut dilakukan di area Jabodetabek dan seluruh wilayah kerja kantor wilayah KPPU.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved