Virus Corona

Sebut Pasien Positif Virus Corona Stres, Wali Kota Depok: Warga Harus Waspada tapi Jangan Panik

RAMAINYA pemberitaan terkait dua orang pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, rupanya membuat sang pasien stres.

Sebut Pasien Positif Virus Corona Stres, Wali Kota Depok: Warga Harus Waspada tapi Jangan Panik
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Mengantisipasi kepanikan warga akan merebaknya virus Corona, Sekolah Relawan Depok menurunkan 15 anggota untuk mengedukasi masyarakat di Kota Depok dengan menggelar aksi sosial di Stasiun Kereta Depok Baru, Selasa (3/3/2020). 

"Waspada tapi tidak panik, tidak melakukan hal-hal yang berlebihan, jangan ada yang melakukan hal-hal yang irasional..."

"Terpenting, ini kuncinya, semua para dokter dan para medis sepakat, yang penting kita jaga dan kita tingkatkan daya tahan tubuh kita dengan cara pola hidup dan pola makan kita baik semuanya..."

RAMAINYA pemberitaan terkait dua orang pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, rupanya membuat sang pasien stres.

"Dia (pasien) sekarang stres karena rupanya dia tetap pegang HP, puyeng saya bilang. Saya orang sehat saja sering puyeng dengan medsos, makanya supaya (ngga stres) dihindari saja," tutur Wali Kota Depok Mohammad Idris kepada wartawan di Alun-Alun Kota Depok, Cilodong, Rabu (4/3/2020).

Sejauh ini, Idris mengatakan kondisi pasien sudah membaik dan berharap virus corona tak menyebar luas. 

DUA Warga Depok Baru Tahu Kena Virus Corona dari Pengumuman Jokowi, Kata Dirut RSPI Aturannya Begitu

Kena Stigma Negatif, Ojek Online Ogah Masuk Perumahan Tempat Tinggal Pasien Virus Corona di Depok

Istana Jelaskan Soal Pasien Virus Corona dari Depok yang Mengaku Tak Diberi Tahu Soal Penyakit Itu

"Mudah-mudahan, kita doakan optimis akan sembuh dan virusnya tidak menular ke siapa-siapa," tuturnya.

Idris pun mengajak warganya untuk tidak bertindak ataupun berpikir berlebihan dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini.

Untuk menghindari kepanikan, Idris menginstruksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk waspada dan berusaha menangkal kepanikan di masyarakat.

"Waspada tapi tidak panik, tidak melakukan hal-hal yang berlebihan, tidak ada yang melakukan hal-hal yang irasional," katanya.

Tindakan berlebihan kata Idris, salah satunya adalah dengan memborong belanjaan lantaran takut stok pangan ludes.

"Terpenting, ini kuncinya, semua para dokter dan para medis sepakat, yang penting kita jaga dan kita tingkatkan daya tahan tubuh kita dengan cara pola hidup dan pola makan kita baik semuanya," tuturnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved