Berita Tangerang

Ngaku Wartawan Bentak-bentak Guru Jadikan Sekolah Sapi Perah, Tak Berkutik saat Dicokok Satpol PP

Pria berinisial Y tak berkutik saat dicokok petugas Satpol PP Kota Tangerang. Ia diringkus aparat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karawaci, Tangerang.

Ngaku Wartawan Bentak-bentak Guru Jadikan Sekolah Sapi Perah, Tak Berkutik saat Dicokok Satpol PP
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pria berinisial Y tak berkutik saat dicokok petugas Satpol PP Kota Tangerang. Ia diringkus aparat di Sekolah Dasar Negeri 2 Karawaci, Tangerang, Kamis (20/2/2020). 

Pria berinisial Y tak berkutik saat dicokok petugas Satpol PP Kota Tangerang. Ia diringkus aparat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karawaci, Tangerang.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Agapito De Araujo menjelaskan, pihaknya mengamankan yang bersangkutan lantaran telah membuat kegaduhan.

Bahkan Y membuat keributan di depan anak-anak SD ini.

"Penangkapan ini berawal setelah video rekaman yang viral. Guru dibentak-bentak oleh pria yang mengaku sebagai wartawan itu," ujar Agapito kepada Warta Kota, Kamis (20/2/2020).

Y kerap kali mendatangi sekolah-sekolah. Ia membawa-bawa surat kabar dan mengaku sebagai pewarta.

"Ini masih didalami lagi, nanti diinfokan lebih detailnya," ucapnya.

 Kerinduan Terus Menggebu, Bunga Citra Lestari Tak Kuat dan Datangi Lagi Makam Suami

 HANYA Beberapa Menit Sebelum Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, BCL Posting Lagu Soulmate di Ig Storie

 Usai Viral Gendong Pria Terserang Jantung Bripka Sigit Dipanggil Kapolres, Ada Apa?

 Dalam Sidang, Rey Utami Sebut Barbie Kumalasari Suruh Galih Bicara Soal Ikan Asin

Sementara itu Listria, satu dari guru SDN 2 Karawaci mengaku merekam kejadian ini sekitar pukul 11.30 WIB.

Y tiba-tiba datang menggedor-gedor pintu ingin bertemu Kepala Sekolah.

"Saya bilang bahwa Kepala Sekolah lagi keluar ada kegiatan. Lalu dia (Y) minta duit katanya buat bensin, saya kasih Rp 10.000 dari kantong saya, dia marah katanya enggak dihargain," ungkap Wali Murid Kelas 6 ini.

"Lalu saya minta mandat sama Kepala Sekolah diizinin saya kasih lagi Rp 50.000 tapi saya lupa tidak dikasih amplop, dia marah - marah katanya saya tidak sopan," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved