Pemberantasan Narkotika

FUI Mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Berani Menutup Diskotek Golden Crown

Anies Baswedan didukung untuk berani menutup Diskotek Golden Crown lantaran terbukti banyak pengunjung positif narkotika.

Istimewa
Ilustrasi. Pengunjung Diskotik Golden Crown, Taman Sari, Jakarta Barat sedang menjalani tes urin yang digelar oleh BNNP DKI Jakarta, Kamis (6/2/2020) dini hari. Separuh lebih pengunjung diskotik ini terbukti positif narkoba. 

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Al Khaththath meminta agar pemrov DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur DKI, Anies Baswedan didukung untuk berani menutup Diskotek Golden Crown lantaran terbukti banyak pengunjung positif narkotika dan obat terlarang (narkoba).

Hal itu disampaikan Al Khaththath, saat menanggapi razia yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendapati bahwa diskotek Golden Crown yang berhasil menjaring 107 pengunjung positif narkoba.

"Mengingat, Golden Crown saat penggerebekan BNN terbukti sekian banyak yang positif narkoba, maka FUI melihat ya Golden Crown  sudah perlu ditutup."

"Pemprov DKI, khususnya bapak Gubernur yang terhormat, Bapak Anies Baswedan agar tidak sungkan untuk menutup (Golden Crown)," ujar dia di Jakarta, Jumat, (7/2/2020).

Ratusan Pengunjung Positif Narkoba Diskotek Venue Kemang dan Golden Crown Tamansari Terancam Ditutup

Penutupan diskotek Golden Crown, lanjut Al Khaththath, harus dilakukan lantaran agar tempat tersebut tidak menjadi sarang narkoba.

Terlebih lagi BNN mengungkapkan dalam diskotek tersebut terjadi jual beli narkoba.

"Pak Anies harus berani menutup Golden Crown seperti saat menutup Alexis."

Ditutupnya diskotik Golden Crown pastinya juga akan mendaptakan dukungan masyarakat. FUI sangat mendukung.

"Terlebih lagi, indikasinya sudah banyak sampai 107 positif narkoba," kata dia.

Untuk diketahui, BNN menggelar razia di dua tempat hiburan malam di Jakarta yakni Club Bar and Lounge Venue dan Diskotek Golden Crown, pada hari ini, Kamis (6/2/2020) dini hari.

Komplotan Curanmor Lintas Provinsi yang Beraksi dengan Menggunakan Senpi Akhirnya Ditembak Polisi

Untuk Golden Crown sendiri petugas melakukan tes urine terhadap 184 orang dan yang terindikasi menggunakan narkoba sebanyak 107 pengunjung.

Sementara, di Club Bar and Venue, petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap 105 pengunjung.

Hasilnya, hanya satu orang positif mengonsumsi narkoba.

Sebelum ini, diberitakan bahwa Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia menegaskan Diskotek Venue dan Diskotek Golden Crown terancam ditutup.

Penutupan akan dilakukan lantaran di kedua diskotek tersebut ditemukan 108 pengguna narkoba saat Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNN Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melakukan penggerebekan pada Kamis (06/02/2020) dinihari kemarin.

Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan 108 orang yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

Terkait hal tersebut, Disparekraf DKI Jakarta katanya kini masih menunggu surat resmi dari BNN dan BNNP DKI Jakarta terkait temuan adanya penyalahgunaan narkotika di dua tempat tersebut.

"Dasarnya harus ada pernyataan tertulis secara resmi, bukan statement lisan. Pokoknya, kalau benar laporan BNNP menyatakan ada (penggunaan narkoba), ya kami tutup," katanya dihubungi pada Jumat (7/2/2020). 

 BNN Lakukan Assesment Terhadap 108 Pengguna Narkoba yang Terjaring Razia di Dua Diskotik di Jakarta

Dia menduga adanya penyalahgunaan narkotika di Diskotek Golden Crown dan Venue disebabkan oleh kelalaian dari pihak manajemen.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata disebutkan bahwa manjemen (THM) harus mengawasi penggunaan narkoba.

Hal tersebut tertuang Pasal 38 Pergub Nomor 18 Tahun 2018 yang berbunyi setiap pengusaha pariwisata wajib mengawasi dan melaporkan apabila terjadi transaksi dan atau penggunaan atau konsumsi narkotika dan zat psikotropika lainnya di lingkungan.

Kemudian, pada Pasal 54 Ayat (1) juga tertulis bahwa setiap manajemen perusahaan pariwisata yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan dan pemakaian narkotika dan atau zat psikotropika lainnya di lokasi tempat usaha pariwisata dalam satu manajemen dilakukan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) secara langsung.

Pengunjung Diskotik Golden Crown, Taman Sari, Jakarta Barat sedang menjalani tes urin yang digelar oleh BNNP DKI Jakarta, Kamis (6/2/2020) dini hari. Separuh lebih pengunjung diskotik ini terbukti positif narkoba.
Pengunjung Diskotik Golden Crown, Taman Sari, Jakarta Barat sedang menjalani tes urin yang digelar oleh BNNP DKI Jakarta, Kamis (6/2/2020) dini hari. Separuh lebih pengunjung diskotik ini terbukti positif narkoba. (Istimewa)

Beri Peringatan

Sementara, Anggota DPRD DKI Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas menuturkan, terkait sanksi yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta harus memberikan peringatan.

"Jika tidak mengindahkan peringatan tersebut Pemprov harus berani mencabut izin diskotik," ungkapnya dihubungi pada Kamis (6/2/2020).

 VIDEO: 108 Orang yang Diamankan BNN Diskotek Golden Crown dan Venue Jalani Assessment

Terkait dengan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba para pengunjung di dua diskotek Venue dan Golden Crown tersebut, Hasbiallah Ilyas menegaskan adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola.

"Berarti dari pengelola diskotik tidak ketat pengawasannya terhadap peredaran narkoba itu. Pemprov DKI harus melakukan sikap tegasnya," tegas Hasbiallah Ilyas.  

Sedangkan jika mengacu pada Pergub Nomor 18 Tahun 2018.

Pemprov DKI Jakarta katanya dapat menindak tegas diskotek yang terindikasi sebagai tempat peredaran narkoba tersebut. 

"Seharusnya jika sudah ada indikasi seperti ini Pemprov DKI Jakarta harus bersikap tegas," tambahnya

Sejumlah pengguna narkoba yang terkena razia di dua diskotik di Jakarta sedang menunggu antrean guna menjalani assement di BNNP DKI Jakarta, Kamis (6/2/2020)
Sejumlah pengguna narkoba yang terkena razia di dua diskotik di Jakarta sedang menunggu antrean guna menjalani assement di BNNP DKI Jakarta, Kamis (6/2/2020) (Wartakotalive.com/Joko Supriyanto)

Ratusan Pengunjung Positif Narkoba

Seperti diberitakan sebelumnya, Tempat Hiburan Malam (THM) di dua wilayah Jakarta kembali digerebek aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (06/02/) sekitar pukul 00-O5.00 WIB kemarin.

Dua lokasi yang menjadi target jajaran BNN adalah lokasi hiburan malam di VENUE, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Golden Crown, Jakarta Barat. 

Aparat BNN melakukan tes urine kepada ratusan pengunjung di kedua diskotek tersebut. Alhasil, ditemukan sejumlah pengunjung yang terindikasi positif mengkonsumsi narkoba. 

"Di VENUE pengunjung yang di periksa tes urine ada 105 orang, yang terindikasi positif 1 orang," pungkas Irjen Pol Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN, Kamis (06/02) pagi kemarin. 

Arman menambahkan, di tempat hiburan malam Golden Crown, pengunjung yang diperiksa urine sebanyak 184 orang.

"Di sini di Golden Crown yang terindikasi positif menggunakan narkoba sebanyak 107 orang, diantaranya 44 wanita dan 63 pria," ungkap Arman Depari. 

 Razia Tes Urin, BNNP DKI Jakarta: 107 Pengunjung Diskotik Golden Crown Terindikasi Positif Narkoba

Arman Depari melanjutkan, seratusan lebih pengunjung yang terindikasi mengkonsumsi narkoba itu mereka konsumsi jenis sabu dan ekstasi.

"(Mereka) konsumsi jenis sabu dan ekstasi," tambahnya lagi. 

Hingga saat ini, kata Arman, seluruh pengunjung yang terindikasi positif menggunakan narkoba dibawa ke Markas BNNP DKI untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan mengikuti assesment.

Sementara, dalam operasi di dua diskotek VENUE dan Golden Crown  tersebut dilakukan bersama-sama petugas gabungan aparat TNI, Polri dan BNN.

Para pengunjung yang kedapatan mengkonsumsi sabu dan ekstasi itu pun dilakukan pendataan lebih lanjut. 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved