Pembunuhan
Update Diungkap JPU Bahwa Otak Pembunuhan Sempat Mengubah Cara Menghabisi Ayah dan Anak Pakai Santet
Terdakwa yang merupakan otak pembunuhan berencana sempat memilih cara menyantet, sebelum akhirnya menyewa dua algojo untuk menghabisi nyawa suaminya.
Alhasil, Pupung Sadili dan Dana meninggal dengan cara tragis yakni dengan disekap dan dipukuli dan dibakar di dalam mobil yang ditinggal di kawaaan Cidahu, Sukabumi, Jakarta Selatan.
Adapun kasus ini menyeret tujuh tersangka sekaligus, yakni dua eksekutor Agus dan Sugeng, Aulia Kesuma, Geovanni Kelvin, Kursini, Rody, dan Supriyanto.
Sementara itu, akibat perbuatannya dua eksekutor dijerat dengan Pasal 340 dan atau Pasal 338 juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan maksimal hukuman mati.
Sebelumnya diberitakan, proses pemakaman ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Mohammad Adi Pradana alias Dana (24) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Cilandak Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (30/8/2019) sore, diiringi tangisan haru keluarga.
Ibu kandung Dana, Henny bahkan pingsan karena tak kuasa menahan kesedihan.
Kejadian itu terlihat sesaat takbir dan shalawat serta doa terakhir dibacakan oleh H Miftah dan Ustadz Zarkasih, Petugas doa TPU Jeruk Purut.
Henny yang sebelumnya terlihat tegar seketika terjatuh, tubuhnya tidak dapat menahan duka yang sangat dalam.
Adik perempuan Dana yang berada di sebelah sang ibunda segera meraih tangannya. Begitu juga dengan suami Henny yang berada di belakangnya.
Sang suami yang mengenakan kemeja putih dan celana jeans biru itu segera mendudukan Henny di makam. Kepalanya disandarkan ke bahu lantaran Henny sempat tidak sadarkan diri.
Beberapa keluarga yang berada di sekelilingnya pun ikut mengipasi dengan jilbab. Sesaat kemudian, Henny pun sadar, dirinya kembali menegakkan kepala melihat makam mantan suami dan putra tercinta yang berada di hadapannya.
• Keluarga Pembunuhan Tak Terima Tuduhan Pelaku yang Mengatakan Korban Gemar Menenggak Miras
Tidak ada kata yang terlontar, hanya lelehan air mata yang terus diusapkan sang putri tercinta. Sementara sang suami membisikan sesuatu sampai akhirnya Henny terbangun dan terlihat kuat.
Keharuan pemakaman korban pembunuhan ibu tiri, Aulia Kesuma (35) itu terasa kental saat kakak Pupung yang mewakili pihak keluarga menyampaikan sambutan.
Begitu juga dengan perwakilan teman Dana yang menyebut anaknya merupakan sosok pemuda yang ceria.
Walau pemakaman yang berlangsung selama sekitar satu jam itu telah usai, Henny tidak bergegas meninggalkan makam.
Dirinya terduduk terus menatap haru makam yang kini ditempati Pupung, Dana serta mertuanya, Hj Endah Hartati Sadili S binti Soembadi Soemohamidjojo.
• Polisi Duga karena Bunuh Diri Meski Keluarga Pria Terbakar di Mobil Tidak Percaya karena Alasan Ini