Prostitusi

Lokalisasi Gang Royal Berdiri di Lahan PT KAI, Ini yang Bakal Dilakukan Wali Kota Jakarta Utara

KAWASAN lokalisasi di Gang Royal, RT 02/RW 13 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia.

Lokalisasi Gang Royal Berdiri di Lahan PT KAI, Ini yang Bakal Dilakukan Wali Kota Jakarta Utara
Istimewa
Petugas menyegel tempat hiburan malam di Gang Royal RT 02/RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (29/1) malam. 

KAWASAN lokalisasi di Gang Royal, RT 02/RW 13 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Saya sampaikan Rawa Bebek (Gang Royal) ini adalah aset BUMN PT KAI,” ucap Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, Jumat (31/1/2020).

Menurut Sigit, pihaknya telah menyampaikan surat kepada PT KAI untuk berdiskusi dan berkolaborasi merencanakan agar wilayah tersebut bisa lebih baik serta kondusif.

DAFTAR Tarif Baru Ruas Tol Dalam Kota, Golongan IV dan V Turun

“Kita sudah bersurat ke KAI, termasuk ke warga di sana. Kita ingin punya konsep bersama sebagai solusi terbaik,” kata Sigit.

Menurut Sigit, penataan kawasan lokalisasi Gang Royal tidak bisa dilakukan tergesa-gesa.

Apalagi, tidak menutup kemungkinan pemilik lahan pun belum memiliki rencana penataan.

Dirazia dan Disidang Seperti Kriminal, Perokok di Depok: Itu Namanya Melanggar HAM!

“Jadi kita berbicara pada si pemilik aset, karena ada faktanya pemilik aset mungkin saja belum punya rencana terhadap aset yang dimilikinya,” ungkap Sigit.

Alhasil, pengawasan terhadap aset berupa lahan tersebut dirasakan minim, sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan menimbulkan tempat prostitusi.

“Pemantauan dan pengawasan masih kita rasakan kurang saat ini, dan ini akan kita dorong untuk rencana bersama,” tutur Sigit.

KRONOLOGI Polisi Tembak Mati 3 Kurir Narkoba di Tangerang, 288 Kilogram Sabu Disimpan di Kotak Makan

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka praktik eksploitasi anak di bawah umur, karena mempekerjakan 10 anak perempuan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Halaman
1234
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved