Prostitusi

Lokalisasi Gang Royal Berdiri di Lahan PT KAI, Ini yang Bakal Dilakukan Wali Kota Jakarta Utara

KAWASAN lokalisasi di Gang Royal, RT 02/RW 13 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Istimewa
Petugas menyegel tempat hiburan malam di Gang Royal RT 02/RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (29/1) malam. 

34 Pekerja Seks Komersial (PSK) Gang Royal yang diamankan dari RT 08/RW 10, Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara hanya mendapat bagian kurang dari Rp 100 ribu.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pria hidung belang yang ingin menggunakan jasa puluhan wanita itu dikenakan tarif Rp 150 ribu untuk sekali kencan.

Namun, jumlah tersebut tidak seluruhnya masuk ke kantong pribadi sang PSK.

 DAFTAR Tarif Baru Ruas Tol Dalam Kota, Golongan IV dan V Turun

Sebagian dari uang yang diberikan pelanggan, juga disetor kepada mereka yang terlibat.

“Dengan pembagian Rp 90 ribu untuk wanita atau PSK-nya,” ucap Budhi, Jumat (31/1/2020).

Sedangkan sisa tarif dibagi sesuai peran masing-masing.

 Dirazia dan Disidang Seperti Kriminal, Perokok di Depok: Itu Namanya Melanggar HAM!

Menurut Budhi, sang pemilik kafe mendapatkan bagian Rp 50 ribu, dan mereka yang mengantarkan dapat bagian lebih kecil.

“Rp 10 ribu untuk mereka yang mengantar, ataupun menawarkan jasa kepada lelaki hidung belang yang ada di kafe-kafenya itu,” tuturnya.

Tarif Rp 150 ribu itu diberikan para pria hidung belakang tidak dalam bentuk uang tunai kepada PSK.

 KRONOLOGI Polisi Tembak Mati 3 Kurir Narkoba di Tangerang, 288 Kilogram Sabu Disimpan di Kotak Makan

Mereka membayarnya secara tidak langsung dengan menggunakan voucer.

Budhi menceritakan, setiap pria hidung belang terlebih dahulu harus membeli satu voucer seharga Rp 150 ribu, melalui kasir kafe di Gang Royal untuk memakai jasa satu PSK.

“Jadi pembayarannya tidak langsung kepada PSK atau kepada yang mengantar, tapi pembayaran melalui kasir yang ada di kafe-kafe tersebut,” jelas Budhi.

 TAWURAN Malam Hari di Depok, Satu Pelajar Tewas Kehabisan Darah

Menurut Budhi, sistem voucer tersebut untuk memudahkan rekapan pelanggan dari setiap PSK.

Sebab, setiap harinya para PSK itu ditargetkan untuk melayani pria yang melampiaskan nafsu.

“Dalam satu hari, setiap satu orang PSK itu bisa melayani 5-7 kali,” kata Budhi.

 PKS Usul Indonesia Ekspor Ganja, BNN: Keliru! Nanti Begitu Pakai Langsung Tabrak Apotek

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved