Perang AS Vs Iran
UPDATE Akibat Serangan Rudal Iran, 50 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatis
JUMLAH tentara AS yang mengalami cedera karena serangan rudal Iran beberapa waktu lalu sudah mencapai 50 orang.
Pada saat serangan rudal Iran, sebagian besar dari 1.500 personel militer AS sudah bersembunyi di bunker setelah mendapat peringatan dari Pentagon.
JUMLAH tentara AS yang mengalami cedera karena serangan rudal Iran beberapa waktu lalu sudah mencapai 50 orang.
Pentagon, melalui Juru bicara Letnan Kolonel Thomas Campbell, dalam pernyataan tertulisnya menuturkan, para prajurit itu didiagnosa dengan cedera otak traumatis (TBI).
• Sejumlah Orang Terluka dalam Serangan Roket di Pangkalan Udara Balad Irak yang Dihuni Tentara AS
• VIDEO Terbaru Ini Buktikan, Ternyata Pesawat Ukraina Jatuh Setelah Ditembak 2 Rudal Iran
• Ketika Diserang Rudal Iran, Pasukan AS Berlindung di Bunker Era Saddam Hussein, Begini Kisahnya
Jumlah itu meningkat setelah Jumat pekan lalu (25/1/2020), jumlah tentara AS yang terluka akibat rudal Iran dilaporkan berada di angka 34 orang.
Campbell menuturkan, di antara 50 serdadu yang terluka, 31 di antaranya dirawat di Irak dan dilaporkan sudah kembali bertugas.
Lalu, 18 orang dibawa ke Jerman untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Sementara sisanya dirawat ke Kuwait, dan juga sudah kembali bertugas, dilansir AFP Rabu (29/1/2020).
Serangan 22 rudal Iran
Pada saat serangan, sebagian besar dari 1.500 personel militer AS sudah bersembunyi di bunker setelah mendapat peringatan dari Pentagon.
Pada 8 Januari, Iran membombardir dua pangkalan AS di Ain al-Assad dan Irbil, dengan laporan yang beredar menggunakan 22 rudal.
Serangan itu merupakan balasan atas kematian jenderal top mereka, Qasem Soleimani, yang tewas dibunuh Washington pada 3 Januari 2020.
Soleimani yang merupakan komandan Pasukan Quds tewas bersama dengan wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaab, Abu Mahdi al-Muhandis.
Jenderal berusia 62 tahun itu dan Muhandis terbunuh ketika mobil yang mereka tumpangi dihantam rudal AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak.
Dalam konferensi pers, Presiden Donald Trump menuturkan tidak ada militer AS yang terluka.
Namun oposisi dari Partai Demokrat menuduhnya berusaha menutupi korban luka.
Cerita pasukan AS ketika diserang rudal Iran
Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, ketika Iran menyerang dengan rudal-rudalnya, pasukan AS mengaku berlindung di bunker era Saddam Hussein.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rudal-iran.jpg)