Breaking News:

Perang AS Vs Iran

UPDATE Akibat Serangan Rudal Iran, 50 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatis

JUMLAH tentara AS yang mengalami cedera karena serangan rudal Iran beberapa waktu lalu sudah mencapai 50 orang.

istimewa
Rudal Fateh Iran dalam kondisi siaga. 

Soleimani yang merupakan komandan Pasukan Quds tewas bersama dengan wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaab, Abu Mahdi al-Muhandis.

Jenderal berusia 62 tahun itu dan Muhandis terbunuh ketika mobil yang mereka tumpangi dihantam rudal AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Dalam konferensi pers, Presiden Donald Trump menuturkan tidak ada militer AS yang terluka.

Namun oposisi dari Partai Demokrat menuduhnya berusaha menutupi korban luka.

Cerita pasukan AS ketika diserang rudal Iran

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, ketika Iran menyerang dengan rudal-rudalnya, pasukan AS mengaku berlindung di bunker era Saddam Hussein.

Pada 8 Januari 2020 dini hari waktu setempat, setidaknya 22 misil ditembakkan ke arah pasukan AS di pangkalan Ain al-Assad dan pangkalan Irbil, Irak.

Rudal Iran ditembakkan sebagai balasan setelah komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani, dibunuh AS pada 3 Januari 2020.

Dilaporkan CNN via New York Post Senin (13/1/2020), pasukan AS di Pangkalan Ain al-Assad menerima pemberitahuan bahwa rudal Iran menuju arah mereka.

 VIDEO Anyar Ungkap Pesawat Ukraina Ternyata Ditembak Dua Rudal Iran dengan Jeda 30 Detik

 FOTO-FOTO Drone AS Tembak Qasem Soleimani, Anggota Tubuh Jenderal Iran Banyak yang Hilang

 Istri Pilot Pesawat Ukraina Minta Tak Terbang, Suami: Siapa yang Menerbangkannya jika Bukan Aku?

Pangkalan udara Asad di Provinsi Anbar, di Irak barat, bulan lalu. Pangkalan ini menjadi salah satu sasaran serangan rudal oleh Iran, kata Pentagon.
Pangkalan udara Asad di Provinsi Anbar, di Irak barat, bulan lalu. Pangkalan ini menjadi salah satu sasaran serangan rudal oleh Iran, kata Pentagon. (Nasser Nasser/Associated Press via Washingtonpost)

Sersan Satu Akeem Ferguson mengisahkan, dia sudah memegang senjata dan sudah bersiap jika dirinya terbunuh karena misil.

"Saya mencari tempat yang bahagia, kemudian bernyanyi bagi anakku. Saya hanya berharap apa pun yang menyerang bakal cepat," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved