Ketenagakerjaan

Dijanjikan Bakal Diangkat Jadi PKWT, Ribuan Pegawai Transjakarta Diputus Kontrak Sepihak

Puluhan mantan pegawai magang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Bus TransJakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/1/2020).

Istimewa
Puluhan pegawai magang PT TransJakarta melakukan aksi di depan kantor PT TransJakarta, Senin (27/1/2020). Mereka menuntut janji PT TransJakarta yang akan mengangkat sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). 

Puluhan mantan pegawai magang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Bus TransJakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/1/2020).

Mereka mempertanyakan janji pengangkatan jadi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang dinilainya dilanggar oleh pihak PT TransJakarta.

Bahkan, usai magang selama beberapa bulan, mereka malah diputus kontraknya secara sepihak.

"Secara lisan menjanjikan akan mem-PKWT. Dijanjikan dari awal saya magang 18 September. Dijanjikan kalau sudah beres magang selama tiga bulan langsung PKWT," kata Ketua Aksi, Yogi di Makasar, Jakarta Timur, Senin (27/1/2020).

 MIRIS! Dokter China yang Berada di Garis Depan Tangani Wabah Virus Corona Meninggal Dunia

 MALAM Pertama Vanessa Angel-Bibi Ardiansyah Akhirnya Diungkap, Simak Gaya Bibi Saat Cerita Vanessa

 Bandara Soekarno-Hatta Jawab Tamparan Keras Wali Kota Tangerang soal Maraknya Pengangguran

Sebelum dirumahkan bersama pegawai magang PT Transjakarta lainnya dia sempat mempertanyakan janji PKWT ke bagian manajemen.

Pihak manajemen kemudian memintanya bersama pegawai magang lain untuk terus bekerja hingga 31 Desember 2019.

"Nyatanya setelah itu saya dirumahkan, semua anak magang yang dirumahkan jumlahnya 1.033. Bagaimana kami enggak teriak," ujarnya.

Padahal, di masa kerjanya hingga akhir tahun lalu, ia dan pekerja lain sudah bekerja sesuai standar yang ditetapkan manajemen PT Transjakarta.

POLISI Bakal Usut Tuntas Insiden Pemukulan di Transjakarta, Ini Kronologinya

Namun, PT Transjakarta tetap tak menepati janjinya sehingga hari ini mereka berdemo meski hingga siang tak ditemui pihak manajemen.

"Kenapa kami dirumahkan sepihak. Tuntutan kami tidak macam-macan tuntutan saya, PKWT harga mati," tuturnya. (abs)

Halaman
1234
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved