Breaking News:

Lalu Lintas

Pengendara yang Merokok Termasuk dalam Kategori Pelanggaran dalam Penerapan Tilang Elektonik

Selain bisa memicu kecelakaan, banyaknya pengendara yang merokok di saat berkendara juga sering memicu perkelahian di jalan raya.

Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi. Mobil bak terbuka pengangkut kardus bernopol B 9408 AF nyaris terbakar di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, akibat puntung rokok pengendara. Api dapat dipadamkan petugas pemadam kebakaran sebelum membesar. 

Rencana ini merupakan inisiasi dari Kepolisian Resor Metro Bekasi yang bakal dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi selaku pemilik infrastruktur penunjang.

Penerapan sistem e-tilang di Kabupaten Bekasi itu juga untuk meminimalisir tingkat pelanggaran kepada kendaraan bermotor.

Nantinya, tilang elektronik ini bakal diterapkan melalui pantauan kamera pengawas yang terhubung di Command Center yang berada di kantor Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi.

Mereka yang melanggar dapat terdeteksi melalui kamera high definition.

Petugas kepolisian yang turut memantau kamera pengawas pun dapat langsung memberikan tilang bagi pelanggar.

Identitas pelanggar pun dapat diketahui dari wajah yang terekam kamera. (M20)

Kamera Tilang Elektronik Segera Dipasang di Tol Dalam Kota

PT Jasa Marga Tbk (Persero) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan tilang elektronik (electronic traffic law enforcement atau E-TLE) di jalan Tol Dalam Kota.

Hal ini sejalan dengan upaya mengurangi tingkat kecelakaan di jalan Tol.

Traffic Management Department Head PT Jasa Marga Tbk (Persero), Atika Dara Prahita, mengatakan, saat ini kamera yang bisa mengidentifikasi batas kecepatan kendaraan tersebut sedang di uji coba dan akan diterapkan secara penuh tahun ini.

"Sampai akhir tahun kamera itu akan dipasang di 22 titik. Saat ini sedang dilakukan uji coba. Rencana paling dekat kami, akan mulai diterapkan untuk penindakan pelanggaran kecepatan di Tol dalam kota," katanya, Selasa (19/11/2019).

 Bisnis Minuman Boba, Modal Rp 500.000 Bisa Untung Rp 9 Juta Per Bulan

Terkait penindakannya, kata Atika, bagi para pengendara yang terdeteksi melanggar kecepatan (overspeed atau lowerspeed) akan diberikan teguran kepada petugas dan dikirimi surat tilang berdasarkan identifikasi nomor kendaraan yang tercantum.

Penindakan akan berkolaborasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Selain itu, kita juga akan memasang Wight In Motion (WIM) di lima lokasi lagi hingga akhir tahun. Rencananya di Jakarta-Cikampek, Jakarta-JORR menuju Tangerang, dan lain-lain," ujar dia.

Perlu diketahui, WIM adalah alat timbang untuk mengidentifikasi muatan kendaraan berat.

Alat ini dipasang di beberapa ruas pintu tol dan sekitarnya.

 8 Cara Mudah Agar Bisa Menabung Setiap Hari

"Kami akan fungsikan, sehingga bagi kendaraan berat yang teridentifikasi melanggar ketentuan batas muat akan dikeluarkan dari jalan tol. Kami juga punya pengukuran untuk batas dimensi di sana," kata Atika.

"Kami harap dengan berbagai upaya pencegahan ini bisa mentertibkan semua kendaraan yang melintas di jalan tol sehingga tercipta zero accident di masa mendatang," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Jasa Marga selama Januari-September 2019 sudah ada 780 kecelakaan di jalan tol.

Dalam artian, setiap harinya ada 3 kecelakaan yang terjadi di seluruh tol yang ada di Indonesia.

Meski demikian, Jasa Marga mengklaim catatan tersebut turun 10 persen dari periode sama di tahun sebelumnya.

 Investor Asing Borong Saham, IHSG Ditutup Menguat: Berikut Penjelasan Analis Saham

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jasa Marga Akan Pasang Kamera Speed Limiter di Tol Dalam Kota

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved