Perang AS vs Iran

LIBATKAN Banyak Negara, Ini Alasan Donald Trump Marah dan Bunuh Qasem Soleimani di Irak

KEMATIAN Jenderal Qasem Soleimani meninggalkan misteri tentang apa latar belakang, maksud, dan tujuan operasi pmbunuhan keji Pentagon dan CIA itu.

Editor: Yaspen Martinus
express.co.uk
PRESIDEN AS Donald Trump 

KEMATIAN Jenderal Qasem Soleimani meninggalkan misteri tentang apa latar belakang, maksud, dan tujuan operasi pmbunuhan keji yang dijalankan Pentagon dan CIA itu.

Betulkah hanya karena ambisi Donald Trump merebut simpati jelang Pilpres AS dan proses pemakzulan dirinya?

Benarkah ini murni konflik AS vs Iran? Betulkah Qasem Soleimani dan Pasukan Quds sedang menyiapkan serangan khusus ke pasukan AS?

Tanggapi Banjir Jakarta, Djarot : Yang Penting Kerja, Enggak Usah Kebanyakan Ngomong

Ada apa di balik tragedi di Baghdad yang hampir menyulut perang besar ini?

Federico Piaracinni dari The Strategic Culture Foundation dan analis independen tentang geopolitik menulis di situs The Duran, Kamis (9/1/2020), soal hal ini.

Penyebab pembunuhan Qasem menurutnya jauh lebih pelik dari yang dibayangkan orang.

Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Keluarga Kerajaan Inggris, Ini Alasannya

Peristiwa itu termasuk klimaks ketegangan antara Trump dan PM Irak Adil Abdul-Mahdi.

Spektrum peristiwanya menyangkut kepentingan besar Cina, Saudi Arabia, juga Qatar.

Kasusnya juga menyangkut bisnis migas Timur Tengah, pemenuhan infrastruktur dan kelistrikan di Irak, serta masa depan dolar AS sebagai alat transaksi dagang internasional.

Soal Insiden Indonesia-Cina di Natuna, Luhut Panjaitan: Kakak Beradik Kan Suka Juga Gesekan

Kok bisa? Begini konstruksi ceritanya menurut Pieracinni.

Kisah gelap ini sesungguhnya dibuka Adil Mahdi lewat serangkaian pernyataannya di televisi setelah Qasem Soleimani terbunuh.

Lebih detail lagi ia ungkapkan di parlemen Irak, meski usahanya membuka rahasia ini dihalang-halangi AS lewat Ketua DPR Irak Mohammad al-Halboussi.

Bupati Sidoarjo Mengaku Belum Sempat Terima dan Hitung Uang Suap

Tokoh ini berlatar Sunni, dan punya loyalis cukup kuat.

Gedung Putih menggunakan golongan ini untuk menekan Adil Abdul-Mahdi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved