Aksi 212

Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Menghukum Mati Penista Agama Secara Cerdas, Apa Maksudnya?

RIZIEQ Shihab mengajak peserta Reuni Akbar 212 terus berjuang menegakkan keadilan, dengan keikhlasan dan kebersamaan melalui pertolongan Allah.

Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Menghukum Mati Penista Agama Secara Cerdas, Apa Maksudnya?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Imam Besar FPI Rizieq Shihab tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Rizieq Shihab diperiksa terkait kasus dugaan makar untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri. 

RIZIEQ Shihab mengajak peserta Reuni Akbar 212 terus berjuang menegakkan keadilan, dengan keikhlasan dan kebersamaan melalui pertolongan Allah.

Mulanya, Rizieq Shihab mengatakan sekuat apa pun kekuasaan manusia, tanpa pertolongan Allah, semua itu tidak ada artinya.

Sehingga, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini mengimbau agar para peserta Reuni 212 selalu bertakwa kepada Allah SWT.

Tujuh Staf Khusus Presiden Milenial Rancang Kartu Pra Kerja, Anggaran Rp 10 Triliun Disiapkan

"Ingatlah, belajarlah dari sejarah kita tentang Aksi Bela Islam yang berjilid, ingin bagaimana Ahok si penista agama lengser dan longsor."

"Karena adanya pertolongan Allah, lantaran keihklasan dan kebersamaan Umat Islam Indonesia dalam berjuang melawan arogansi rezim zalim."

"Belajar dari itu semua," ujarnya dalam tayangan video di panggung Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Pemberian Grasi Dikritik, Mahfud MD Ungkap Annas Maamun Pakai Tabung Oksigen Tiap Hari

Rizieq Shihab menyebut kala itu Ahok dinaungi Presiden, dijaga ketat Polri, dibela Panglima TNI, dilindungi KPU dan KPK, diusung partai besar, dan dikampanyekan semua media nasional.

PBNU Menangkan Ahok

Tidak sampai di situ, katanya, bahkan kala itu PBNU juga berusaha memenangkan Ahok.

Rizieq Shihab juga menyebut Ahok mendapat dukungan dari dalam dan luar negeri.

Staf Khusus Presiden Ini Ingin Lahirkan 100 Pengusaha dari Indonesia Timur Setiap Tahun

"Namun demikian apa yang terjadi? Ahok tetap lengser dan longsor."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved