Aksi 212

Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Menghukum Mati Penista Agama Secara Cerdas, Apa Maksudnya?

RIZIEQ Shihab mengajak peserta Reuni Akbar 212 terus berjuang menegakkan keadilan, dengan keikhlasan dan kebersamaan melalui pertolongan Allah.

Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Menghukum Mati Penista Agama Secara Cerdas, Apa Maksudnya?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Imam Besar FPI Rizieq Shihab tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Rizieq Shihab diperiksa terkait kasus dugaan makar untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri. 

"Semua pendukung Ahok si penista agama rontok, inilah pertolongan Allah yang diberikan Allah kepada seluruh peserta reuni 212."

"Teruslah berjuang dengan keikhlasan, kesabaran, kebersaamaan, karena pertolongan Allah ada pada keihklasan dan kebersamaan," paparnya.

FPI Disarankan Hapus Kata Khilafah Islamiyah di AD/ART Agar Bisa Diakui Negara

Rizieq Shihab juga menyinggung sejumlah kasus penistaan agama.

"Ada orang yang membandingkan Rasulullah dengan ayahnya, dia merasa ayahnya lebih baik dari Rasulullah."

"Ada lagi orang yang menggambarkan kehidupan kecil nabi dengan masa keci yang dekil, kumuh, kotor tidak terurus."

Pamer Undangan Sebagai Tamu VIP, Fadli Zon Bakal Hadiri Reuni 212 di Monas

"Dan ada juga orang yang secara terang-terangan menyebut terorisme itu punya agama dan agama terorisme itu adalah Islam."

"Semua ini penodaan agama dan masih banyak penodaan agama yang lainnya," bebernya.

Merespons sejumlah kasus penistaan agama ini, Rizieq Shihab dengan tegas meminta seluruh pelakunya dapat diadili sesuai undang-undang di Indonesia.

Anies Baswedan: Bila Ingin Kurangi Macet, Mari Gunakan Sepeda

Mulanya, dia memaparkan pengentasan kasus penistaan agama dalam konteks Islam adalah hukuman mati bagi pelaku.

"Bahwa yang menghina Rasulullah, menodai agama, apalagi menghina Allah dan Alquran, maka hukumannya adalah hukum mati. Ini dalam konteks hukum agama."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved