Viral Medsos
Rusa Kelaparan Ditemukan Mati dengan 7 Kg Sampah yang Memicu Kecaman Aktivis Lingkungan dan Warganet
Kisah seekor rusa itu dibagikan di Facebook oleh Taman Nasional di Provinsi Phrae dan kemudian menjadi viral.
SEEKOR rusa ditemukan mati dengan sejumlah 7 kg sampah yang terdiri dari plastik hingga celana dalam di perutnya.
Diduga, seekor rusa jantan mati karena sejumlah sampah berbahaya yang ditemukan di perutnya tersebut.
Rusa jantan itu tidak mati akibat menderita luka, tapi di tubuhnya diduga keracunan karena kukunya lepas dan bulunya rontok.
Selain itu, sebagian tubuh rusa itu tampak menghitam.
Kisah seekor rusa itu dibagikan di Facebook oleh Taman Nasional di Provinsi Phrae dan kemudian menjadi viral.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari BBC, Kamis (28/11/2019), seekor rusa jantan tersebut menderita karena menelan sejumlah sampah yang di antaranya terdapat sampah berbahaya di perutnya.
Disampaikan, seekor rusa liar di Thailand ditemukan mati dengan tujuh kilogram sampah plastik dan limbah lain termasuk celana dalam, saset kopi dan bungkus mi instan, temuan yang membuat marah banyak kalangan termasuk netizen.
• Bocah 5 Tahun Tewas Dimasukkan di Kandang Kucing Disiksa Pakai Sendok Panas dan Disiram Air Panas
Sementara itu, petugas Taman Nasional Thailand mengatakan, Selasa (26/11/2019), temuan ini menunjukkan begitu banyaknya sampah yang tersebar di hutan dan juga laut serta sungai.
Kriangsak Thanompun, direktur Taman Nasional Khun Sathan, mengatakan:
"Temuan plastik di perut, merupakan salah satu penyebab matinya rusa."
Dia juga mengatakan kematian diakibatkan tersumbatnya usus.
Dalam laman Facebooknya, Taman Nasional di Provinsi Phrae mengunggah foto-foto rusa yang mati akibat berkilogram sampah ini.

Rusa - yang beratnya sekitar 200 kg dengan panjang 230 cm dan tinggi 135 cm ini - diperkirakan mati, dua hari, sebelum ditemukan.
Tidak ada luka-luka di tubuh rusa jantan berusia 10 tahun itu, namun para petugas mengatakan kondisinya cukup mengenaskan dengan bulu rontok dan kuku kaki depan terlepas.
• Sadis Dua Bocah Perempuan Tega Dihabisi Seorang Ibu Karena Dianggap Mengganggu Kehidupan Seksnya
Thailand termasuk salah satu negara pengguna plastik terbesar dengan pemakaian kantong plastik sekali pakai sekitar 3.000 kali setahun, untuk penggunaan apapun.