Viral Medsos

Rusa Kelaparan Ditemukan Mati dengan 7 Kg Sampah yang Memicu Kecaman Aktivis Lingkungan dan Warganet

Kisah seekor rusa itu dibagikan di Facebook oleh Taman Nasional di Provinsi Phrae dan kemudian menjadi viral.

BBC
Seekor rusa jantan mati karena menelan sampah plastik dan sampah berbahaya di tubuhnya diduga karena kekurangan makanan. 

Ratusan pengguna yang marah di laman Facebook Taman Nasional Thailand antara lain menyatakan kekecewaan.

Hal itu terjadi dampak sedikitnya makanan di hutan sehingga rusa atau binatang lain makan apa yang mereka dapat.

Pengguna Facebook, Prakarn Chuyluem menulis:

"Tempat binatang adalah di hutan, dan orang yang ke hutan seharusnya menjaga kebersihan, tak hanya di hutan, tapi juga di tempat lain, seperti air terjun dan laut."

Sebelumnya, dugong juga ditemukan dengan perut penuh sampah plastik setelah otopsi.

Hewan yang diberi nama Mariam itu mati pertengahan Agustus lalu akibat menderita infeksi yang diperparah oleh kumpulan plastik di dalam perutnya, menurut pejabat Thailand.

Patukan Raja Kobra Menewaskan Piton Berlanjut Upaya Raja Kobra Menelan Habis Tubuh Ular Piton

Sementara itu, Kriangsak Thanompun, direktur Taman Nasional Khun Sathan, mengatakan tanggal 3 Oktober lalu, petugas juga menemukan rusa betina dengan tiga kilogram sampah plastik di perutnya.

Dia mengatakan kemungkinan plastik bercampur dengan rumput dalam waktu lama dan juga menyebabkan penyumbatan.

Dilakukan sejumlah upaya untuk mengurangi sampah plastik di taman nasional.

Kriangsak mengakui bahwa masalah sampah merupakan persoalan kronis di taman nasional.

Seekor rusa jantan mati karena menelan sampah plastik dan sampah berbahaya di tubuhnya diduga karena kekurangan makanan.
Seekor rusa jantan mati karena menelan sampah plastik dan sampah berbahaya di tubuhnya diduga karena kekurangan makanan. (BBC)

Menurutnya, para petugas telah lama berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak buang sampah.

Namun, sampah tetap saja banyak bertebaran, diperkirakan berasal dari orang-orang yang berkunjung atau penduduk sekitar.

Ia memperkirakan, sampah di seputar taman nasional sekitar delapan ton per tahun, tergantung jumlah pengunjung.

Tanggal 12 November lalu, kabinet menyepakati usulan kementerian lingkungan untuk mengurangi penggunaan tas plastik.

Melalui usulan yang akan diterapkan pada 1 Januari 2020 ini, warga diminta untuk menggunakan kantong plastik lebih dari sekali.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved