Wakil Menteri Agama: Radikalisme, Manipulator, Atau Perusuh Agama Harus Ditolak Ramai-ramai!
PRESIDEN Joko Widodo sempat melontarkan pernyataan ingin mengganti istilah radikalisme dengan manipulator agama.
"Karena setiap agama pasti mengajak terwujudnya kedamaian dengan menebarkan kasih sayang," paparnya.
Sementara, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan prihatin atas penikaman Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
• Edy Rahmayadi Semprot ASN Sumut: Angkat Kursi Lama Kali, Macam Anak TK Aja Kalian
Ketua PBNU Robikin Emhas meminta agar kejadian tersebut tak dikaitkan dengan agama tertentu, apalagi Islam.
Polri menyatakan pelaku penusukan diduga terpapar paham ISIS.
Ketua PBNU Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, motif penusukan oleh mereka yang terpapar ISIS adalah pejabat publik dan polisi.
• BEDA Kronologi Penganiayaan Ninoy Karundeng Versi PA 212 dan Korban, Siapa yang Benar?
"Segala macam tindakan kekerasan bukan merupakan ajaran. Oleh karena itu jangan ada yang mengaitkan dengan agama."
"Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin)," kata Robikin di Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Islam, ia menambahkan, mengutuk segala bentuk kekerasan.
• Dicecar 20 Pertanyaan Nyaris 12 Jam, Munarman Mengaku Tak Tahu Penganiayaan Ninoy Karundeng
Bahkan, tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan.
"Untuk itu, saya mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut," paparnya.
Ia menilai, dengan adanya kejadian tersebut, ketenangan masyarakat, bahkan negara, terusik.
• Dua Orang yang Menolong Jadi Tersangka Kasus Kematian Advokat Walhi Sumut Golfrid Siregar
"Pak Wiranto selaku Menkopolhukam RI merupakan pengemban amanah di bidang keamanan negara."
"Sehingga yang diserang adalah simbol negara. Itu artinya, yang diserang hakikatnya adalah keamanan negara, keamanan masyarakat," tuturnya.
PBNU pun meminta agar masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.
• BREAKING NEWS: Orang Tak Dikenal Coba Tikam Menkopolhukam Wiranto di Banten
Seperti, hati-hati mencari referensi, dan jangan berguru pada media sosial dan kelompok eksklusif.
"Cari lembaga pendidikan yang sudah terbukti mengajarkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran."
"Di sana bannyak ulama dan kiai."
• Ini Wajah Pelaku Upaya Penikaman Terhadap Wiranto di Pandeglang Banten
"Jangan memilih guru hanya dengan melihat berapa banyak follower akun media sosialnya," saran Robikin.
Sebelumnya, Wiranto diserang orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2019), seusai mengikuti acara di Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang.
Dua pelaku penyerangan telah berhasil diamankan kepolisian. Mereka masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan peremppuan.
• IBU Ini Menangis Histeris Bangunkan Anaknya yang Tewas Kesetrum: Jangan Ambil Arfan Ya Allah!
Pelaku laki-laki berinisial SA alias Abu Rara (31) warga Medan, Sumatera Utara.
Sedangkan pelaku perempuan berinisial FA (21) adalah warga Brebes.
Keduanya merupakan pasutri yang mengontrak di Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
• Mendikbud: Karaoke Berjam-jam Bisa, Nyanyi Indonesia Raya Tiga Stanza Protes
Abu Rara diduga terpapar paham radikal ISIS.
Abu Rara mengajak istrinya, FA, untuk ikut menusuk Wiranto.
Pasutri ini baru sekitar dua bulan tinggal di Pandeglang.
Kini Abu Rara dan Istri menjalani pemeriksaan intensif di Mabes Polri, dan kasus ini ditangani langsung oleh Densus 88. (Danang Triatmojo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/zainut-tauhid-m.jpg)