Wakil Menteri Agama: Radikalisme, Manipulator, Atau Perusuh Agama Harus Ditolak Ramai-ramai!

PRESIDEN Joko Widodo sempat melontarkan pernyataan ingin mengganti istilah radikalisme dengan manipulator agama.

Wakil Menteri Agama: Radikalisme, Manipulator, Atau Perusuh Agama Harus Ditolak Ramai-ramai!
Tangkapan Layar Youtube @KompasTV
Zainut Tauhid, Politisi PPP, ditunjuk Presiden Jokowi menjadi wamen Agama 

Bahkan, Abu Rara turut mempengaruhi istrinya yang masih muda, FA (21) untuk ikut menyerang ‎Wiranto.

Lantas, apakah pemerintah bakal mengevaluasi program deradikalisasi yang selama ini dilakukan di sejumlah daerah untuk menangkal radikalisme?

 UU ITE Tak Melarang Buzzer, Menkominfo Ogah Tanggapi Pernyataan Moeldoko

Menjawab itu, Menteri Agama ‎(Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya selama ini terus berupaya menyosialisasikan, dan menebarkan perspektif pemahaman moderasi beragama.

"Jadi bukan agamanya yang dimoderasi, karena agama itu pastilah sempurna karena datangnya dari Tuhan."

"Tapi cara kita beragama, cara kita memahami, cara kita mengamalkan agama, itulah yang kita moderasi," ujarnya seusai menjenguk Wiranto di RSPAD, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019) malam.

 Polwan yang Terafiliasi dengan JAD Bakal Dipecat, Terpapar Paham Radikal dari Media Sosial

"‎Dimoderasi dalam artian jangan sampai terjebak atau terperosok pada pemahaman atau tindakan yang berlebihan atau ekstrem."

"Tapi lawannya, harus senantiasa moderat. Jadi ini yang terus diupayakan Kementerian Agama dan seluruh ormas keagamaan," tambahnya.

Rabu (9/10/2019) lalu, Kemenag meluncurkan buku Moderasi Beragama.

 Ketua MPR Minta Mahasiswa Tak Unjuk Rasa pada 20 Oktober, Demi Kepentingan Bangsa yang Besar

Buku ini dinilai penting dibaca publik dan para pengambil kebijakan dalam rangka memperkuat jati diri masyarakat.

Terutama, dalam memahami fenomena radikalisme.

Karena, radikalisme bukan representasi mayoritas umat beragama di Indonesia yang dikenal ramah, santun, serta toleran.

 Mendikbud: Karaoke Berjam-jam Bisa, Nyanyi Indonesia Raya Tiga Stanza Protes

Buku ini juga bagian dari cara pencegahan radikalisme.

Buku tersebut juga memuat tentang kajian konseptual, pengalaman empirik, strategi penguatan, dan implementasi moderasi beragama.

Disinggung soal pelaku yang mengatasnamakan agama untuk menusuk Wiranto, Lukman meluruskan tentunya setiap agama mengajarkan kebaikan, menghargai harkat dan martabat manusia.

 IBU Ini Menangis Histeris Bangunkan Anaknya yang Tewas Kesetrum: Jangan Ambil Arfan Ya Allah!

"Itulah kenapa setiap agama menolak cara kekerasan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang ada:"

"Karena setiap agama pasti mengajak terwujudnya kedamaian dengan menebarkan kasih sayang," paparnya.

Sementara, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan prihatin atas penikaman Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

 Edy Rahmayadi Semprot ASN Sumut: Angkat Kursi Lama Kali, Macam Anak TK Aja Kalian

Ketua PBNU Robikin Emhas meminta agar kejadian tersebut tak dikaitkan dengan agama tertentu, apalagi Islam.

Polri menyatakan pelaku penusukan diduga terpapar paham ISIS.

Ketua PBNU Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, motif penusukan oleh mereka yang terpapar ISIS adalah pejabat publik dan polisi.

 BEDA Kronologi Penganiayaan Ninoy Karundeng Versi PA 212 dan Korban, Siapa yang Benar?

"Segala macam tindakan kekerasan bukan merupakan ajaran. Oleh karena itu jangan ada yang mengaitkan dengan agama."

"Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin)," kata Robikin di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Islam, ia menambahkan, mengutuk segala bentuk kekerasan.

 Dicecar 20 Pertanyaan Nyaris 12 Jam, Munarman Mengaku Tak Tahu Penganiayaan Ninoy Karundeng

Bahkan, tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan.

"Untuk itu, saya mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut," paparnya.

Ia menilai, dengan adanya kejadian tersebut, ketenangan masyarakat, bahkan negara, terusik.

 Dua Orang yang Menolong Jadi Tersangka Kasus Kematian Advokat Walhi Sumut Golfrid Siregar

"Pak Wiranto selaku Menkopolhukam RI merupakan pengemban amanah di bidang keamanan negara."

"Sehingga yang diserang adalah simbol negara. Itu artinya, yang diserang hakikatnya adalah keamanan negara, keamanan masyarakat," tuturnya.

PBNU pun meminta agar masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.

 BREAKING NEWS: Orang Tak Dikenal Coba Tikam Menkopolhukam Wiranto di Banten

Seperti, hati-hati mencari referensi, dan jangan berguru pada media sosial dan kelompok eksklusif.

"Cari lembaga pendidikan yang sudah terbukti mengajarkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran."

"Di sana bannyak ulama dan kiai."

 Ini Wajah Pelaku Upaya Penikaman Terhadap Wiranto di Pandeglang Banten

"Jangan memilih guru hanya dengan melihat berapa banyak follower akun media sosialnya," saran Robikin.

Sebelumnya, Wiranto diserang orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2019), seusai mengikuti acara di Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang.

Dua pelaku penyerangan telah berhasil diamankan kepolisian. Mereka masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan peremppuan.

 IBU Ini Menangis Histeris Bangunkan Anaknya yang Tewas Kesetrum: Jangan Ambil Arfan Ya Allah!

Pelaku laki-laki berinisial SA alias Abu Rara (31) warga Medan, Sumatera Utara.

Sedangkan pelaku perempuan berinisial FA (21) adalah warga Brebes.

Keduanya merupakan pasutri yang mengontrak di Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

 Mendikbud: Karaoke Berjam-jam Bisa, Nyanyi Indonesia Raya Tiga Stanza Protes

Abu Rara diduga terpapar paham radikal ISIS.

Abu Rara mengajak istrinya, FA, untuk ikut menusuk Wiranto.

Pasutri ini baru sekitar dua bulan tinggal di Pandeglang.

Kini Abu Rara dan Istri menjalani pemeriksaan intensif di Mabes Polri, dan kasus ini ditangani langsung oleh Densus 88. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved