Wakil Menteri Agama: Radikalisme, Manipulator, Atau Perusuh Agama Harus Ditolak Ramai-ramai!
PRESIDEN Joko Widodo sempat melontarkan pernyataan ingin mengganti istilah radikalisme dengan manipulator agama.
"Itulah sesungguhnya yang harus kita cegah," sambungnya.
• Ini Deretan Artis yang Terima Mobil dan Uang Hasil Korupsi Wawan, Cuci Uang Hingga Rp 579 Miliar
Sementara, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait usulan Jokowi mengubah istilah radikalisme menjadi manipulator agama.
Menurutnya, Komisi III DPR akan berkoordinasi dengan ahli tata bahasa mengenai istilah yang tepat untuk menggambarkan sejumlah aksi radikal di Indonesia.
"Karena kita juga di Komisi III kan lagi coba berkoordinasi dengan ahli bahasanya sebenarnya, apa kata yang tepat."
• Senang Prabowo Masuk Pemerintahan, Kivlan Zen: Saya Dukung Sepenuhnya
"Karena itu kan penjabarannya juga rumit," Kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (1/11/2019).
Dasco mengaku belum bisa berkomentar terlalu jauh terkait istilah tersebut.
Ia belum mengetahui maksud yang disampaikan Presiden, dan belum mengetahui isitilah yang tepat untuk mengganti kata radikalisme.
• Masuk November 2019, Puting Beliung, Hujan Es, dan Angin Kencang Mengintai
"Ya saya tahu bahwa itu ada apa namanya, istilah-istilah yang diberikan kepada presiden. Saya pikir nanti, saya belum bisa komentar," tuturnya.
Sebelumnya, masalah radikalisme yang meluas di Tanah Air, turut menjadi perhatian Presiden Jokowi.
Dalam rapat terbatas (ratas) pada Kamis (31/10/2019) kemarin, Jokowi meminta jajarannya melakukan upaya serius mencegah radikalisme.
"Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut mengenai radikalisme," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta.
• Segera Jadi Kapolri, Idham Azis Bakal Serahkan Kasus Novel Baswedan kepada Kabareskrim Baru
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi melempar wacana agar mengubah istilah gerakan radikalisme dengan sebutan 'manipulator agama'.
"Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan selain radikalisme, misalnya manipulator agama," ucap Jokowi.
Soal tindak lanjut hal itu, Jokowi menyerahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, untuk mengoordinasikannya.
• Gerindra: Harta Prabowo Rp 1 Triliun, Masa Gaji Seuprit Diambil?
Sebelumnya diberitakan Wartakotalive, Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31), penikam Menkopolhukam Wiranto, diduga terpapar paham radikalisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/zainut-tauhid-m.jpg)