Wiranto Diserang

Terungkap! Penyebab Timbul Nyinyiran Netizen Soal Penusukan Wiranto Menyebar Masif di Internet

Sosiologi UI menduga masifnya nyinyiran netizen tersebar di media sosial karena tim kredibel telat memberikan informasi valid kepada publik.

Instagram
Saat Wiranto ditusuk secara membabi buta oleh pelaku. 

Insiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan - Menkopolhukam Wiranto membuat persepsi publik terbelah.

Ada yang mengecam aksi terorisme tersebut tetapi ada juga yang nyinyir dengan kasi penusukan Wiranto.

Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo menganggap banyaknya persepsi liar di publik dan juga nyinyirnya publik di internet akibat dari keterlambatan informasi kredibel dari pemerintah.

“Saya melihat disini ada keterlambatan fakta-fakta objektif dikemukakan ke publik sehingga ada ruang orang memberi makna sesuai selera,” kata Imam di acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (14/10/2019).

Cuitan Soal Wiranto Diserang SETINGAN, Dosen UGM Dukung Pelaporan Hanum Rais ke Polri

Menurutnya, seandainya saja tim dokter RSPAD Gatot Subroto saat itu langsung menyampaikan fakta kondisi fisik Wiranto pasti opini liar publik dapat dibendung.

“Oleh karena itu fenomena post truth bisa muncul karena makna-makna liar tidak terbendung oleh penjelasan kredibel dari fakta tersebut,” kata Imam.

Apalagi kata Imam, melihat kondisi sosial Indonesia memiliki berbagai latar belakang ideologi politik berbeda-beda.

Sehingga tafsir-tafsir liar itu bisa saja segera diciptakan oleh orang-orang yang berbeda pendapat terkait terorisme.

Tim Densus 88 Tangkap Seorang Pria Saat Geledah Rumah Terduga Teroris Terkait Penusukan Wiranto

“Tafsir dimaknai orang-orang tertentu tidak berdasarkan fakta tetapi berdasarkan harapan misalnya dia ingin kejadian ini sesuatu yang direkayasa, ruang kosong itu membuat orang-orang ini leluasa,” jelas Imam.

Menurut Imam, penjelasan Presiden sekalipun tidak dapat dianggap masyarakat sebagai informasi kredibel. Mengingat posisi Presiden masih dianggap sebagai posisi politis.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved