PENGAKUAN Mbah Pani Melakukan Ritual Topo Pendem ke-10, Dikubur Hidup-Hidup Selama Lima Hari
Aksi ritual topo pendem atau tapa pendem dilakukan oleh Supani alias Mbah Pani, menghebohkan masyarakat.
Aksi ritual topo pendem atau tapa pendem dilakukan oleh Supani alias Mbah Pani, menghebohkan masyarakat.
Namun, apa itu topo pendem atau tapa pendem? Lalu apa itu topo ngeluweng dan topo sungsang?
WartaKotaLive melansir TribunJateng, aksi topo pendem atau tapa pendem Mbah Pani di Bendar Juwana Pati jadi perhatian warga sekitar.
Bahkan aparat desa dan kepolisian pun ikut memantau aksi nekat yang dilakukan pria ini? Apa itu tapa pendem?
• Tiga Setia Bongkar Percakapan dengan Nikita Mirzani dari Tiket Pesawat Hingga Disebut Labil
• Tetap Jalankan Tugas Padamkan Api di Hutan Kalimantan, Prajurit ini Tetap Salat Beralaskan Daun
• Setelah Nangis di Medsos, Saat Ditolong KJRI Tiga Setia Gara Malah Ogah Tinggalkan Suami di Amerika
Topo pendem adalah biasanya dihubungkan dengan topo ngeluweng dan topo sungsang.
Topo sungsang biasa dilakukan dengan membalikkan tubuh secara tergantung posisi seperti bayi sungsang kepala di bawaha kaki di atas.
Biasanya kakinya menggantung di dahan pohon seperti kelelawar atau kalong.
Topo ngeluweng biasanya dilakukan dengan cara mengubur diri di tanah pekuburan atau tempat sangat sepi.
• Tetap Cerdas Selama di Penjara, Anang Hermansyah Minta Publik Jangan Ragukan Ahmad Dhani
• VIDEO: Selama Sepekan, Pelanggar Ganjil Genap di Gunung Sahari Turun 60 Persen
• HEBOH Warga Berkerumun Melihat Ritual Topo Pendem Setelah Maghrib, Mbah Pani Dikubur Seperti Jenazah
Konon topo ini bertujuan untuk memunculkan penglihatan gaib, katanya setelah melakukan topo ini bisa melihat jin atau arwah-arwah gentayangan.
Topo pendem hampir sama dengan topo ngeluweng atau bahkan ada yang menyamakan ritual tirakat ini.
Biasanya diawali puasa lalu tirakat dengan mengubur diri hidup-hidup dengan diberikan lubang untuk bernafas dari bambu atau pralon.
Pernah Dilakukan Warga Kebakkramat
Topo pendem juga pernah dilakukan warga Kebaksari, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Sutarto (55) nekat mengubur diri selama lima hari untuk melakukan topo ngluweng/pendem di pekarangan rumahnya pada tahun 2014 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mbah-pani-topo-pendem.jpg)