Kesehatan
Orang Bertubuh Tinggi Terkena Risiko Diabetes Tipe 2 Lebih Rendah Ketimbang Orang Pendek
Peneliti menyarankan bahwa dokter harus memantau risiko kardiometabolik lebih sering pada orang berperawakan pendek.
Studi-studi tersebut juga menemukan hubungan antara perawakan lebih pendek dan peningkatan risiko kondisi kardiovaskular.
Hubungan semacam itu melibatkan faktor risiko terkait diabetes tipe 2, termasuk tekanan darah tinggi, peradangan, dan lemak darah.
Temuan semacam itu menunjukkan bahwa tinggi badan bisa digunakan untuk memprediksi risiko diabetes tipe 2.
• 5 Cara Meningkatkan Kolagen Untuk Kesehatan Tubuh dan Kecantikan Kulit Anda
• Ingin Irama Detak Jantung Anda Terdengar Indah, Coba Makan Jeruk Bali Demi Kesehatan Tubuh
Panjang kaki dan tinggi duduk
Untuk menguji hubungan antara tinggi badan dan diabetes tipe 2 juga dilihat dari komponen tinggi yakni panjang kaki dan tinggi duduk.
Tim peneliti menemukan bahwa untuk pria, ada hubungan kuat antara panjang kaki yang lebih panjang dan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2.
Namun pada wanita, tinggi duduk dan panjang kaki berkontribusi terhadap efek ini.
Peneliti melaporkan, pertumbuhan sebelum pubertas memiliki efek lebih signifikan pada risiko diabetes lebih rendah daripada pertumbuhan setelah pubertas pada pria.
Namun, bagi perempuan, tampaknya pertumbuhan sebelum dan sesudah pubertas berkontribusi pada risiko diabetes lebih rendah.
• Jangan Abaikan Tanda Garis di Kuku, Segera ke Dokter Untuk Memastikan Kesehatan Tubuh Anda
Lemak hati dan kardiometabolik
Di antara analisis mereka, para peneliti menghitung sejauh mana lemak hati dan faktor risiko kardiometabolik lainnya dapat menjelaskan hubungan antara tinggi dan diabetes tipe 2.
Mereka menemukan bahwa ketika mengeluarkan efek potensial dari kandungan lemak hati, pengurangan risiko diabetes tipe 2 per 10 cm tinggi ekstra pada pria adalah 34 persen (dibandingkan dengan total 41 persen) dan 13 persen pada wanita (dibandingkan dengan 33).
Faktor risiko kardiometabolik tertentu juga berpengaruh.
Pada pria dan wanita, lemak darah dan hemoglobin terglikasi (ukuran gula darah) tampaknya memengaruhi hubungan antara tinggi dan diabetes tipe 2.
Namun pada wanita, ada dampak tambahan dari adiponektin dan protein C-reaktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/orang-pendek11309.jpg)