Kecelakaan di Tol Cipularang
Petugas Jasa Marga Jelaskan Fungsi Batu Besar di Tol Cipularang, Mbah Mijan Rasakan Gerbang Gaib
Keberadaan batu besar di dekat Tol Cipularang itu ternyata disebut memiliki kegunaan oleh petugas Jasa Marga.
Namun di sisi lain, banyak cerita tidak normal berkembang di sekitar lokasi kejadian.
Percaya atau tidak, cerita-cerita misterius berkembang di sekitar lokasi kejadian, terutama di kalangan sejumlah pekerja proyek penahan tanah.
Sejumlah narasumber yang ditemui Tribun di sekitar lokasi kejadian, Ade (40) dan Iyan (37), meyakini sosok misterius yang ia ceritakan, tidak berkaitan dengan setiap kecelakaan yang terjadi.
"Kecelakaan selama ini mah murni human error."
"Jalan dari KM 100 sampai di sini kan turunan panjang dan tajam, seringkali pengendara melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi," ujar Ade dan Iyan, mengawali pembicaraan.
Ade, mengisahkan cerita yang berkembang soal sosok misterius.
Cerita itu beredar dari mulut ke mulut berdasarkan pengalaman.
"Banyak cerita aneh yang berkembang, beredar dari mulut ke mulut ada yang pernah lihat ada yang belum," ungkap Ade (40), ditemui di KM 91+200 arah Bandung, kemarin.
Misalnya, kata dia, berkembang kisah soal perempuan berpakaian merah di sekitar lokasi kejadian.
"Katanya banyak yang sering lihat ada perempuan berpakaian merah berjalan di bahu jalan ke arah Bandung."
"Kadang kali nyebrang ke jalur arah Jakarta. Tapi itu saya belum lihat," katanya.
Yang pernah ia lihat, justru pria bertopi hitam berjaket cokelat, yang kerap berkeliaran di sekitar lokasi kejadian.
Sosok itu, katanya, berjalan dari KM 90 hingga KM 92 arah Bandung.
"Kalau itu pernah saya lihat, dua kali malah. Satu kali pernah saya cegat, saya di bawah, teman saya di atas."
"Kami tungguin si pria berjaket cokelat dan topi hitam, tapi tidak muncul lagi," ucap Ade.
Penampakan sosok misterius di jalur itu kerap terlihat pada malam hari.
"Kalau saya mah lihatnya sekitar di atas jam 02.00 dini hari," akunya.
Cerita lain juga berkembang. Sosok perempuan kerap menghentikan bus sebagai penumpang.
Sebagai gambaran, KM 91+200 berada di Kampung Cibodas Desa Sukatani Kecamatan Sukatani.
Titik itu tepat di bawah jembatan penyeberangan.
Kampung terdekat dari titik lokasi kejadian adalah Kampung Cibodas.
Jaraknya berada sekitar 1 kilometer.
"Sopir bus suka cerita di sekitar sini suka ada penumpang perempuan naik bus, baik ke arah Jakarta maupun Bandung."
"Tapi cerita mereka, tak pernah terlihat kalau sudah turun. Biasanya suka mencegat malam hari," papar Iyan (37), pekerja proyek.
Pantauan Tribun kemarin, sejumlah bus kerap berhenti di wilayah itu untuk menarik penumpang, meski sebenarnya tidak diperbolehkan.
Kata Iyan, sopir bus itu sudah tidak takut menarik penumpang perempuan di wilayah itu, sekalipun kerap misterius.
"Karena menurut cerita mereka, kalau sudah ada si penumpang perempuan misterius itu, suka membawa keuntungan."
"Busnya suka jadi ramai penumpang setiap kali penumpang misterius itu naik," terangnya.
Iyan mengaku tidak pernah melihat perempuan misterius itu naik bus.
"Kalau saya belum pernah lihat, tapi memang di sini suka ada bus berhenti tarik penumpang, karena kan di sini dekat perkampungan," jelasnya.
Dengan cerita-cerita sosok misterius itu, Ade dan Iyan meyakini sosok itu bukan penyebab setiap kecelakaan yang terjadi. (Mega Nugraha)