Konflik Papua Bukti Pertarungan Ideologi Belum Berakhir

Miskinnya wawasan ideologi dalam penyikapan dan penyelesaian diduga menjadi penyebab meluasnya konflik Papua yang semakin membara.

Konflik Papua Bukti Pertarungan Ideologi Belum Berakhir
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sekjen Nasional Gerakan Jaga Indonesia (GJI), Boedi Djarot (kiri) dan Sukmawati Soekarnoputri (kanan) dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019) 

Miskinnya wawasan ideologi dalam penyikapan dan penyelesaian diduga menjadi penyebab meluasnya konflik Papua yang semakin membara.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasional Gerakan Jaga Indonesia (GJI), Boedi Djarot dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019).

"Seorang kawan bertanya, "Apa iya hanya dengan ucapan yang berbau rasis dan pelecehan Merah-Putih yang belum tentu kebenarannya, berujung Papua membara?" Andai wawasan ideologi aparat cukup kuat, masalah itu bisa dikanalisasi di daerah tempat terjadinya peristiwa dan dapat mengantisipasi spekulasi pemikiran berbau provokasi yang memperkeruh situasi," ujar Boedi Djarot.

Polres Metro Jakarta Barat Memusnahkan Sabu Seberat 32,9 Kilogram

Makan Kulit Ubi Jalar Kaya Serat Bisa Menyehatkan dan Mengenyangkan Perut Anda

Kolaborasi dengan Seniman dan Fotografer, Oppo Kumpulkan Dana Sosial Rp 1,7 Miliar via Renoscape

Menurutnya, aparat seharusnya menyadari bahwa terpilihnya Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 bukanlah akhir dari pertempuran Ideologi di Pilpres 2019. Meskipun, telah diikrarkan bahwa yang ada hanya '03', (Persatuan Indonesia) dan bahkan sudah disimbolisasasi dengan 'Politik Nasi Goreng'.

"Kenyataannya pertempuran ideologi masih berlanjut dan masalah Papua adalah salah satu pertempuran ideologi yang sesungguhnya. Sangat disayangkan kalau setelah pilpres 2019 kita semua menganggap pertempuran ideologi telah usai dan hanya tinggal melanjutkan pembangunan," tutur Boedi Djarot.

3 Siswa SMK Pamit PKL, Sudah 9 Tahun Menghilang Tanpa Jejak Ternyata Dijual Calo

Wiranto: Benny Wenda Penjahat Politik, Kalau Masuk ke Indonesia Saya Tangkap!

Kualitas Udara Buruk di Jakarta, Anies Baswedan: Perbaikan Harus Mengajak Semua Warga

Masalah ideologi dan kebutaan sejarah inilah yang kemudian ikut andil dalam membuat konflik Papua semakin membara dan meluas. Tentunya tidak lepas juga dari perang kepentingan kelompok-kelompok tertentu terkait eksploitasi Freeport.

"Namun bukan berarti pemerintah (aparat) tidak ada andil, dalam hal pertahanan ideologi, sangat lemah dan slalu memposisikan diri sebagai problem solver dengan mengandalkan kekuatan fisik dan belum terpikir memberi kesempatan masyarakat turut berpartisipasi," ucap Boedi Djarot.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved