Jumat, 1 Mei 2026

Asing Terus Lirik Dompet Elektronik di Indonesia

Peta persaingan dompet elektronik atau dompet digital di Indonesia tampaknya semakin ketat.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi 

Si sumber juga menyatakan bahwa kelak WhatsApp Pay akan dibawa Alto Halo ke Indonesia.

Namun, Budhi membantah hal ini.

“Bukan (AHDI). Sepengetahuan saya mereka pakai pola seperti India, tapi di Indonesia lebih sederhana fiturnya," kata Budhi.

WhatsApp Pay saat ini sudah digunakan di India setelah meluncurkan versi beta pada 2018.

Saat ini WhatsApp tengah menunggu izin dari otoritas keuangan India untuk beroperasi secara resmi.

Tak mengancam pemain lokal

Masuknya tiga pelaku keuangan digital asing di Indonesia kelak akan menjadi tantangan serius bagi pelaku lokal.

Sebab, secara global ketiganya memang punya penetrasi yang dalam.

Alipay misalnya sudah digunakan di 54 negara, WeChat Pay bahkan sudah dapat mentransaksikan 17 mata uang di 49 negara.

Nilai gabungan transaksi keduanya di luar China diperkirakan mencapai RMB 500 juta hingga RMB 600 juta per hari.

Penyaluran KUR dan Bansos, Pemerintah Akan Kerjasama dengan Fintech

Sementara keduanya masing-masing diperkirakan mencapai 1 miliar pengguna aktif per hari.

Sedangkan WhatsApp Pay, meski baru digunakan di India dan masih versi beta, sudah dipakai oleh 1 juta pengguna.

Jumlah tersebut diprediksi akan makin meningkat karena WhatsApp sendiri telah menggandeng beberapa bank asal India misalnya ICICI Bank, Axis Bank, HDFC Bank, dan SBI.

Meski demikian beberapa pelaku lokal menilai kehadiran mereka tak akan mengancam.

Sebaliknya, pelaku lokal justru terbuka untuk bekerja sama dengan pelaku asing tersebut.

Sumber: Kontan
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved